1400 an Radio dibagikan gratis, Radio Syallom jadi pilihan utama PTS/Sekolah beriklan merekrut Mahasiswa dan siswa baru tahun 2020

  • admin
  • 05/04/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada 1400 an Radio dibagikan gratis, Radio Syallom jadi pilihan utama PTS/Sekolah beriklan merekrut Mahasiswa dan siswa baru tahun 2020

(SN-TOBELO) Radio Syallom Tobelo yang bersiaran di frekuensi 90,2 Mhz berdiri sejak tanggal 21 Desember 2006. Artinya radio dengan format siaran full rohani ini sudah berusia 13 tahun melayani masyarakat  dengan fungsi sebagai alat hiburan, pendidikan, informasi dan sebagai alat promosi bagi lembaga swasta dan pemerintah.

Untuk ukuran radio swasta di Maluku utara, Radio dengan slogan The Voice of transformation ini, boleh dikata cukup diperhitungkan dalam kaitan dengan daya Tarik para pengiklan dalam mempromosikan barang dan jasa usaha mereka. Ini terbukti sejak dulu, radio Syallom selalu menjadi media pilihan para pengiklan dalam memasarkan barang dan jasa khusunya di pulau Halmahera dan Maluku  utara pada umumnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Mega Damayanti, staf Publik relation radio Syallom saat ditemui Syallomnews Jumat (3/4) di studio Radio Syallom Jl SD Inpres wari  Tobelo. Menurut gadis yang sudah sekitar 5 tahun bekerja di radio syallom ini, memang sejak dulu Radio Syallom Fm 90, 2 Mhz selalu menjadi pilihan pertama bagi banyak orang yang ingin memasarkan produk dan jasa usahanya.

Mega membenarkan jika sejak awal radio ini berdiri, memang sejumlah Perusahan berskala nasional, BUMN dan BUMD, Instansi pemerintah, Lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi swasta dan Sekolah swasta dari SD sampai SMA selalu beriklan di radio Syallom. Bukan itu saja, menurut Mega, saat Pilkada atau Pemilu Legislatif banyak sekali para Calon dan kandidat yang berlomba lomba mengkampanyekan diri mereka melalui Radio Syallom Tobelo.

“Sudah jelas kalau mereka memilih Radio Syallom untuk beriklan, itu tentu ada pertimbangan positifnya. Harus diakui jika Radio Syallom saat ini, menjadi radio nomor satu di Halmahera karena memiliki pendengar yang sangat banyak. Ini bukan klaim asal asalan. Tapi ini fakta nyata. Sampai hari ini, kami sudah membagikan gratis 1400 an Radio  kepada para pendengar di Halmahera ini. Bayangkan,  Kalau satu radio saja di dengar 5 – 10 orang maka sudah ada ribuan orang yang mendengar siaran Radio Syallom. Belum lagi siaran kami juga menggunakan streaming radio sehingga ada lebih banyak orang lagi yang mendengar acara dan iklan komersil dari Radio Syallom dengan menggunakan handphone mereka di seluruh penjuru dunia” kata wanita yang membawakan acara Nusantara bermazmur dan Rohani mancanegara ini.

Mega Damayanti juga memastikan jika dalam masa penerimaan mahasiswa baru dan siswa baru maka Panitia penerimaan mahasiswa baru dan siswa baru dari berbagai kampus dan sekolah, akan berlomba lomba menemui staf marketing radio Syallom untuk memasang iklan penerimaan maba dan siswa baru.

“Dari tahun ke tahun, memang fenomena ini terjadi. Biasanya di bulan Maret sampai Agustus setiap tahun pasti kami kebanjiran iklan penerimaan mahasiswa dan siswa baru. Bukan saja yang dari Halmahera, tapi ada sejumlah lembaga pendidikan dari Pulau Jawa yang memakai radio Syallom untuk mengiklankan penerimaan mahasuswa dan siswa baru dari institusi mereka. Sebab memang sudah terbukti, sejak beberapa tahun terahir ini. PTS atau sekolah yang beriklan menerima mahasiswa dan siswa baru, mengalami peningkatan yang signifikan dengan jumlah maba serta siswa baru yang membludak mendaftar” ujarnya yakin.

Menurut Mega Damayanti lebih lanjut, karena radio Syallom bisa didengar dengan streaming di seluruh wilayah Maluku Utara, maka tahun tahun kemarin ada calon mahasiswa atau siswa dari Halsel, Halbar, Haltim dan Morotai yang mendaaftar jadi mahasiswa dan siswa baru di sejumlah PTS dan sekolah di Tobelo ini

“Jelas dengan beriklan penerimaan maba dan siswa baru di radio Syallom, maka mereka bisa hemat anggaran dan efektif pesannya. Coba kalau pasang baliho di 10 kabupaten kota se Maluku Utara,  berapa biayanya. Beriklan di media cetak, sudah sangat menurun masyarakat berminat baca media cetak sekarang. Tapi radio, oh masih tetap banyak pendengarnya. Radio Syallom bisa di dengar pakai Hp. Belum lagi kami ada bagikan 1400 an radio gratis ke pendengarnya. Jadi jelas kalau Perguruan Tinggi atau Sekolah beriklan untuk penerimaan maba dan siswa di radio Syallom Tobelo, itu jauh lebih ampuh dan efektif. Daripada buang uang percuma dengan pasang baliho dan iklan media cetak yang efeknya sangat kecil, lebih bagus lewat Radio Syallom iklannya. Jauh lebih bermanfaat dan pasti  ada hasil. Ini sudah terbukti dari pengalaman PTS dan Sekolah yang beriklan saat tahun tahun lalu. Mereka mendapatkan pendaftar mahasiswa dan siswa baru yang banyak”

“Coba dipikir, Kampus dan sekolah dari Jawa saja mau pakai radio syallom untuk iklan penerimaan mahasiswa dan siswa baru mereka. Itu khan bukti kalau media radio Syallom Tobelo, jauh lebih bermanfaat”  kata Mega lebih lanjut.

Apa yang diungkapkan oleh Mega Damayanti itu memang benar. Sebab dari penelusuran yang coba dilakukan oleh Syallomnews sejak Minggu kemarin di beberapa tempat kost kosan ada ditemukan sejumlah mahasiswa dan siswa dari tempat yang jauh dari Tobelo, yang menuntut ilmu di kota Tobelo. Dari pertanyaan yang diajukan Syallomnews kepada mereka mengenai bagaimana mereka bisa tahu ada kampus dan sekolah di Tobelo, mereka mengakui jika tahu dari mendengar info iklan radio Syallom di tahun tahun sebelumnya.

Lenny Samson, mahasiswi salah satu PTS yang tinggal di kos kostan depan kampus Uniera desa Wari ino mengakuinya. “Saya sebelumnya tinggal di Bacan. 2 Tahun lalu saya dengar info iklan penerimaan mahasiswa baru dari Radio Syallom. Jadi saya datang mendaftar di kampus ini” katanya.

Hal senada dikatakan oleh Sisca Hady, mahasiswi salah satu PTS yang tinggal di kos kostan Desa WKO. “Tahun lalu saya dengar Radio Syallom lewat HP saya dan saya dengar ada iklan mengenai kampus ini. Jadi saya langsung datang ke Tobelo mendaftar dan sekarang bisa kuliah di sini” ujar gadis cantik yang berasal dari Kecamatan Sahu Halmahera barat ini.

Sementara itu Rido Waludi yang adalah siswa kelas VIII salah satu SMK di Tobelo yang ditemui di tempat kostnya di TPI mengatakan,  jika ia bisa sekolah di tempat yang sekarang, karena mendengar informasi penerimaan siswa baru tahun lalu lewat Radio Syallom Fm.

“Papa tua saya tinggal di Daruba pante dan suka sekali dengar radio Syallom. Kebetulan waktu itu saya datang di papa tua pe rumah. Jadi saya ada dengar iklan penerimaan siswa baru di SMK ini. Jadi langsung saja saya datang mendaftar soalnya waktu itu saya juga bingung mo pilih lanjut sekolah di mana” kata remaja 17 tahun yang berasal dari Pulau Rao Morotai ini.

Pdt Jopie Nikolas yang kampusnya di Pulau Jawa setiap tahun selalu  beriklan di radio Syallom untuk penerimaan mahasiswa baru Fakultas Theoogia mengungkapkan rasa syukurnya sebab banyak mahasiswa asal Maluku utara yang akhirnya bisa mendaftar di sekolah theologia mereka di Jawa setelah mendengar iklan penerimaan Maba lewat radio Syallom Tobelo.

“Memang ada sih Facebook, Instagram atau WA yang bisa kami pakai beriklan. Tapi kami dari Panitia penerimaan Mahasiswa baru berpandangan jika menggunakan medsos tidak terlalu efektif. Sebab berapa banyak sih orang Halmahera yang punya smartphone yang bisa pakai internet ? Pasti hanya sedikit. Tapi saat kami beriklan pakai Radio Syallom, terbukti banyak mahasiswa baru asal Maluku Utara yang setiap tahun datang mendaftar di kampus kami ini. Sebab memang kami tahu radio Syallom Tobelo itu pendengarnya paling banyak” katanya.

Dengan nada yang lebih meyakinkan, Egbert Hoata Direktur Radio Syallom Tobelo mengatakan jika pilihan orang untuk beriklan di radio Syallom selama ini adalah langkah tepat dan bijak, termasuk iklan penerimaan maba dan siswa baru dari lembaga pendidikan di daerah ini.

“Saya perhatikan, jumlah maba dan siswa baru PTS/Sekolah yang beriklan di radio Syallom pada tahun tahun kemarin, jauh lebih banyak jumlahnya yang diterima dibanding dengan PTS/Sekolah yang hanya menggunakan spanduk untuk penerimaan maba/Siswa barunya. Hampir setiap tahun saya lihat, PTS/Sekolah yang ada beriklan penerimaan maba/siswa baru di Radio Syallom jauh lebih banyak yang mendaftar daripada PTS/Sekolah yang hanya mengandalkan pasang baliho” latanya.

“Saat masa covid 19 ini orang jarang keluar rumah. Jadi pemasangan baliho penerimaan Maba/siswa baru sangat tidak efektif. Tapi kalau lewat iklan radio, orang tetap akan mendengarnya di rumah mereka dan bisa mempengarahu pilihan mereka dalam melanjutkan pendidikannya setelah selesai pendemi Corona ini”.

Dari segi biaya juga jauh lebih efisien dan efektif. Menurutnya tarif iklan penerimaan Maba/Siswa baru di radio Syallom dihitung per paket per bulan. Paket yang ditawarkan Rp 2,5 Juta/bulan untuk tayangan 5 kali iklan setiap hari. Ditambah bonus talkshow 90 menit sekali.

“Jika PTS/Sekolah mau kontrak iklan lebih dari 3 bulan maka akan diberikan discount khusus yang jumlahnya sangat besar” kata Egbert

Ia membandingkan “Dengan hanya 2,5 juta/perbulan, informasi penerimaan Maba/Siswa baru bisa diketahui ribuan orang se Maluku utara, 5 kali sehari selama 1 bulan. Kalau anda buat baliho penerimaan maba/siswa baru dengan ukuran 3×2 meter maka sampai biaya pasang satu baliho seharga 500 ribu. Kalau mau dipasang di 10 kabupaten/kota se Maluku Utara maka dibutuhkan biaya 5 juta rupiah. 1 kabupaten hanya 1 baliho apa cukup efektif ? menurut saya hanya buang buang uang percuma saja. Dana 5 juta itu bisa dipakai beriklan dua bulan di Radio Syallom. Tentu jauh lebih efektif”.

Egbert Hoata berharap agar setiap Panitia penerimaan mahasiswa baru dan siswa baru bisa menggunakan kesempatan baik ini untuk mendapatkan mahasiswa dan siswa baru sebanyak banyaknya di tahun ini.

“Sayang khan, ada anak anak kita yang kuliah atau melanjutkan sekolah di propinsi lain hanya karena mereka tidak tahu kalau program study yang mereka ambil itu sebenarnya ada tersedia di kampus/ sekolah anda. Jadi ayo, beriklan gencar saat penerimaan maba/siswa baru tahun ini supaya anak anak kita tidak perlu lagi ke luar propinsi kalau prodi yang mereka inginkan ada di Maluku utara” katanya.

“Maaf … jangan pernah bilang kalau Radio di jaman sekarang ini sudah jarang orang dengar. Oh itu keliru. Justeru pada saat saat seperti sekarang ini, kami yakin ada ribuan orang yang dengar setiap hari dengan setiaa radio Syallom. Kami sudah bagikan 1400 an radio kepada masyarakat dan siaran kami juga di dengar dengan menggunakan internet lewat Hp. Jadi saangat banyak orang yang mendengar radio Syallom. Manfaatkan kesempatan ini untuk publikasi kampus dan sekolah anda dalam menerima mahasiswa dan siswa baru di tahun ini”

Bagi Panitia penerimaan Mahasiswa baru atau panitia penerimaan siswa baru yang berminat memasang iklan di radio Syallom fm Tobelo, dapat menghibingi lewat telpon atau WA Radio Syallom no 081343739416. (kog7)