4 Sangaji Kao akan dikukuhkan Pangeran Sultan Ternate Ofa Hidayat Mudaffar Syah Rabu mendatang

  • admin
  • 27/06/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada 4 Sangaji Kao akan dikukuhkan Pangeran Sultan Ternate Ofa Hidayat Mudaffar Syah Rabu mendatang

(SN-TOBELO) Sangaji Pagu Simon Toloa, Sangaji Boeng Joshua Kojoba, Sangaji Kao Dzulkifli Tukan dan Sangaji Modole Habel Tukan dijadwalkan akan dikukuhkan oleh Pangeran Sultan Ternate Ofa Hidayat Mudaffar Syah sebagai Sangaji di empat Suku se Kao Rabu (1/7)  mendatang di Keraton Kesultanan Ternate.

Hal ini disampaikan langsung oleh Perangkat Adat Suku Towoliko Guntur Lotty kepada Syallomnews lewat sambungan telepon Sabtu (27/6) pagi ini.

“Hasil musyawarah adat bersama 4 Suku Jumat kemarin telah memutuskan bahwa ke 4 Sangaji perlu untuk dikukuhkan oleh Pangeran Sultan Ternate Ofa Hidayat, sebagai Putra Ou Muddafar Syah, yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu” katanya.

“Pasca kematian Ou, memang ke 4 Sangaji ini sudah mendapatkan SK dari Kesultanan Ternate yang ditandatangani langsung oleh kerabat Sultan Waktu itu. Secara sendiri sendiri mereka sudah dilantik di Keraton kesultanan saat itu. Tapi sejak Ofa Hidayat mengendalikan kesultanan, keinginan beliau agar ada pembaharuan SK sekaligus pengukuhan ke 4 Sangaji ini di Keratorn. Sehingga dengan demikian semakin mempertegas eksistensi Kesultanan Ternate di Jazirah Kao, yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu” Ujar pria yang saat ini sedang mempersiapkan diri mengikuti pendidikan Advokat.

Guntur menampik selentingan di luar yang mengatakan jika pengukuhan 4 Sangaji ini dilakukan tergesa gesa menjawab kondisi terkini pasca keluarnya putusan Sengketa Alfrida Ngato dengan Sangaji Pagu Simon Toloa.

“Oh tidak demikian. Kegiatan ini sudah kami rencanakan jauh jauh hari sebelumnya, Hanya saja kondisi Covid 19 yang membuat rencana ini tertunda dan baru sekarang bisa diwujudkan”

“Kami sudah berkordinasi dengan protokoler Keraton Sultan Ternate dan Hari Rabu nanti Ofa Hidayat punya waktu untuk pengukuhan itu” Ujar Guntur pasti

Dominggus Isack Bitjara, sekretaris Suku Boeng yang juga Steering Comitee Musyawah Adat bersama 4 Suku Jumat kemarin. Saat dihubungi Syallomnews Sabtu (27/6) Mengiyakan pernyataan Guntur Lotty.

“Dalam Musyawarah Adat bersama kemarin yang dihadiri sekitar 200an utusan Perangkat Adat Desa dari 4 Suku, memang disepakati agar 4 Sangaji ini dikukuhkan langsung oleh Ofa Hidayat Muddafar Syah secara bersama sama. Setelah itu baru nanti Ofa Hidayat akan datang di 4 Suku dan memperkenalkan para Sangaji itu ke masyarakat adat. Jadi mekanisme ini adalah putusan bersama 4 suku kemarin yang disaksikan lamgsung oleh Pemerintah Kab Halmahera Utara, Utusan Pangeran Sultan Ternate dan Kapita Lao Jailolo”  katanya

Sementara itu salah satu Kuasa Hukum Sangaji Pagu Simon Toloa, Advokat Jimi Bitino SH yang ditemui Syallomnews Sabtu (27/6) Pagi di kediamannya Desa WKO menyatakan apa yang diputuskan dalam Musyawarah Adat bersama Jumat kemarin adalah langkah bijak untuk menegaskan hubungan historis antara kesultanan Ternate dengan keempat Suku di Kao.

Saat ditanya apakah langkah pengukuhan ini tidak bertentangan dengan putusan Majelis Hakim dalam Perkara Gugatan Alfrida Ngato terhadap Simon Toloa, Jimi Bitino menampik hal itu.

“Kami bersama Sangaji Pagu Simon Toloa sudah ambil sikap akan banding. Jadi putusan  itu belum berkekuatan tetap. Sehingga bagaimanapun juga Simon Toloa tetap menjalankan fungsi dan tugas sebagai Sangaji Pagu dalam hubungannya dengan Pihak ketiga, baik Pemerintah daerah dan swasta.”

Lebih lanjut Jimi mengatakan  “Putusan Majelis Hakim itu khan menyatakan bahwa Penggugat sah sebagai Kepala Suku atau Tubol Ma Lamok. Jadi silahkan saja Ibu Alfrida jalankan fungsi fungsi Tubol Malamok. Toh klien kami Pak Simon itu dikukuhkan nanti sebagai Sangaji Pagu, bukan sebagai Tubol Malamok”.

Jimi Bitino memastikan,  bersama Egbert Hoata selaku Konsultan Hukum 4 Sangaji, mereka berdua akan ikut menjadi saksi pengukuhan 4 Sangaji Rabu nanti di Kesultanan Ternate.

“Supaya nanti jika ada gugatan guatan terhadap eksistensi kesultanan Ternate terhadap 4 Suku di Kao, kami berdua yang akan menghadapinya berdasarkan fakta historis dan yuridis” katanya mengahiri perbincangan (mjh9)