4 Suku Kao siap gelar Musyawarah Adat bersama besok

  • admin
  • 25/06/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada 4 Suku Kao siap gelar Musyawarah Adat bersama besok

(SN-TOBELO) Diperkirakan sekitar 200 an Perangkat adat dari berbagai Desa yang tergabung dalam 4 suku Kao besok Jumat (26/6) akan menggelar Musyawarah Besar bersama bertempat di Sekretariat Suku Pagu, Rumah Kediaman Sangaji Pagu Simon Toloa Desa Patang Kec Kao.

Musyawarah Besar Bersama ini mengambil thema “Eksistensi Kesultanan Ternate dalam sistim tata Negara Indonesia dan hubungannya dengan 4 suku di wilayah Kao”.

Dominggus Isack Bitjara, selaku Steering Commite Musyawarah ini mengungkapkan bahwa peserta yang akan hadir dalam acara ini diperkirakan mencapai 200 orang yang adalah utusan Dewan Adat dari Desa Desa. Selain itu undangan dari Pemerintah daerah dan diundang pula Pangeran Sultan Ternate yang direncaanakan akan membuka acara ini.

“Seluruh Forkopinda Halmahera Utara diundang di acara ini” Katanya melalui sambungan telepon siang tadi.

Menurut Dominggus Isack lebih lanjut, acara ini sudah direncanakan jauh hari sebelumnya dan baru bisa terealisasi Jumat besok karena aktifitas masing masing Suku yang sangat padat selama ini.

“Bertepatan dengan Pertemuan 4 Sangaji dengan Ofa Hidayat (Pangeran Sultan Ternate) beberapa waktu lalu, yang mana beliau juga sudah menyerahkan surat pengakuan kesultanan Ternate atas wilayah adat 4 suku di Kao. Jadi dalam Musyawarah bersama ini, surat tersebut akan dibacakan di depan seluruh perangkat adat sehingga kalau ada klaim sepihak bahwa 4 suku di Kao ada dibawah kekuasaan Jiko Makolano di Tobelo, itu berita tidak benar” Katanya.

Ia berharap pelaksanaan acara ini bisa berjalan mulus, sampai pada puncaknya dilakukan pengukuhan oleh Pangeran Sultan Ternate terhadap masing masing : Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu, Joshua Kojoba sebagai Sangaji Boeng, Zulkifli Tukang sebagai Sangaji Towoliko dan Habel Tukang sebagai Sangaji Modole.

Konsultan Hukum 4 Sangaji Kao, Egbert Hoata SH menyambut baik acara musyawarah bersama 4 Suku Kao ini sebagai ajang membangun konsolidasi dan kebersamaan di antara 4 Suku yang ada di Kao.

“Empat Sangaji yang ada selama ini adalah pemimpin adat yang diakui dengan Sah baik oleh Kesultanan Ternate dan Juga Pemerintah Republik Indonesia’ Karena itu acara Musyawarah bersama seperti ini untuk merapatkan barisan dalam mempertahankan tradisi dan nilai nilai sejarah yang coba diputar balikan oleh oknum oknim tertentu”.

“Jadi kalau dalam acara ini akan dibicarakan juga pengukuhan para Sangaji oleh Pangeran Sultan Ternate itu sangat baik. Ini semakin memperkuat fakta historis bahwa 4 Suku di Kao ada terkait secara historis dengan Kesultanan Ternate dan bukan dengan Jiko Mokolano” katanya.

Sementara itu Kuasa Hukum Sangaji Pagu dalam Perkara Gugatan Alfrida Ngato, Jimi Bitino SH yang diminta komentarnya mengenai kegiatan Musyawarah bersama 4 suku ini mengatakan : “Di acara ini kami selaku Kuasa Hukum akan juga menyampaikan putusan Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini kepada seluruh perangkat adat di 4 suku” katanya melalui saluran telpon kepada Syallomnews Sore tadi.

“Kami menghormati saja putusan majelis Hakim yang menerima Gugatan Alfrida Ngato. Tapi kami sudah mengambil keputusan akan banding” kata Jimi Bitino yang juga Konsultan Hukum Suku Towoliko.

Ia sangat optimis, bersama Egbert Hoata selaku kuasa hukum Simon Toloa bisa menyajikan memori banding yang akan mampu membatalkan putusan majelis Hakim di PN Tobelo itu.

“Banyak hal yang sebenarnya menjadi pertanyaan kami selaku kuasa Hukum tergugat atas putusan itu, Tapi kami tetap menghargai itu putusan hakim. Kami juga sangat optimis dengan apa yang menjadi keyakinan dan bukti pada kami, nantinya Hakim Pengadilan Tinggi Ternate akan membatalkan putusan itu” katanya singkat dengan nada optimis (kiu8)