400 an massa adat dukung Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu di depan PN Tobelo

  • admin
  • 11/06/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada 400 an massa adat dukung Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu di depan PN Tobelo

(SN-TOBELO) Sekitar 400 an massa dari Suku Boeng, Kao dan Modole yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Tiga serangkai Bersatu melaksanakan aksi damai di Depan Kantor Pengadilan Negeri Tobelo Rabu (10/6). Aksi berlangsung dari jam 11 00 – 13 00 dengan damai dan dikawal ketat aparat Polres Halut dan TNI.

Massa yang datang dengan 20 truk dan kendaraan lainnya, lengkap menggunakan pakaian adat dari masing masing suku disertai dengan sejumlah alat tradisional tifa dan gong yang dibunyikan selama aksi berlangsung.

Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian oleh peserta aksi, disuarakan seruan agar peradilan dalam kasus gugatan Alfrida Ngato terhadap Sangaji Pagu Simon Toloa dkk, berlangsung jujur dan  adil.

Salah satu orator aksi, Dominggus Isack Bitjara dalam orasinya menyatakan 5 sikap  dari 3 Dewan adat se jazirah Kao dalam menyikapi gugatan Alfrida Ngato terhadap Sangaji Pagu sebagai berikut : 3 Suku mengakui Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu, Hanya bersedia bekerjasama dengan Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu, juga mendukung kepemimpinannya serta bersolidaritas terhadap pesoalan hukum yang sedang dihadapi dan yang terahir 3 suku se jazirah Kao menjunjung tinggi dan mengupayakan keadilan bagi Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu baik di dalam dan di luar pengadilan.

“Keberadaan Bapak Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu sangat terlalu kuat. Sebab jelas dasar hukumnya. Beliau diakui Negara lewat SK Badan Hukum dari Kemenkumham, Ada SK Pelantikan dari Sultan Ternate dan Surat Rekomendasi Pengakuan dari Bupati Halmahera Utara. Jadi apalagi yang mau diragukan dari status Bapak Simon Toloa sebagai Sangaji Pagu saat ini ?” Tanya Isack. Yang dijawab serempak massa aksi “Tidak ragu”.

Sementara itu kuasa hukum Simon Toloa dan kawan kawan, Egbert Hoata SH yang diminta tanggapan atas aksi damai ini menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas ke 3 suku lain yang ada di Kao. Tetapi Pengacara yang juga Konsultas Hukum 4 Sangaji ini meminta masyarakat adat 4 suku untuk tetap bersabar sampai pada putusan yang dijadwalkan minggu depan.

“Kami selaku kuasa Hukum Simon Toloa mau  sampaikan terima kasih atas solidaritas yang kuat sesama 3 suku. Tanpa ada yang menggerakan dan spontanitas mereka bisa gabung dalam aksi. Berkorban waktu, tenaga dan uang masing masing,  itu hal yang luar biasa. Kami mewakili Sangaji Simon Toloa sangat respek atas itu semua.  Tapi sidang masih berlangsung dan Kamis (11/4) memasuki penyampaian kesimpulan. Saya yakin Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini adalah Hakim senior PN Tobelo yang berintegritas, punya kredibilitas dan berpengalaman. Karena itu mereka akan memutus perkara ini tidak berdasarkan tekanan massa dari luar, Tapi berdasarkan fakta persidangan yang ada.” Katanya.

“Kami dan kuasa Hukum Ibu Alfrida Ngato sudah memberikan yang terbaik semampu kami dalam persidangan selama ini, tinggal Majelis hakim yang mulia yang menilai dan memutuskan”.

Egbert Hoata menghimbau kepada masyarakat 4 suku yang ada di Kao untuk tetap mendoakan saja proses ini agar berjalan lancar dan tidak perlu melakukan aksi apapun lagi di Pengadilan saat pembacaan putusan yang direncanakan tidak lama setelah penyerahan kesimpulan.

“Kalau mau datang dengar pembacaan putusan, silahkan datang saja karena sidang terbuka untuk umum. Tapi tidak perlu aksi aksi yang melibatkan massa banyak orang karena kondisi Covid 19 sekarang ini”.

Saat ditanya tentang peluang pihak Simon Toloa dalam perkara ini, Egbert Hoata yakin dan optimis, berdasarkan dalil dan bukti yang disajikan tergugat selama persidangan, gugatan penggugat akan ditolak oleh majelis Hakim dan Simon Toloa tetap sebagai Sangaji Pagu

“Kita tunggu saja. Tapi kami optimis” katanya menutup percakan dengan Syallomnews.com (knb8)