Ahirnya, Ngeteke Lolewo bersedia jadi Kapita Suku Boeng

  • admin
  • 11/11/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ahirnya, Ngeteke Lolewo bersedia jadi Kapita Suku Boeng

(TOBELO-SN) Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2020, salah seorang tokoh masyarakat dan tokoh adat di Halmahera utara yang cukup disegani, Ngeteke menyatakan kesediaannya sebagai Kapita (Panglima) Suku Boeng.

Hal tersebut disampaikan Ngeteke saat seluruh perangkat adat Suku Boeng berkunjung ke kediamannya di Desa Togihoro Kec Tobelo Barat Selasa (10/11) siang. Rombongan Perangkat adat Boeng yang berkunjung menemui tokoh yang sangat disegani ini dipimpin langsung oleh Mahimo Suku Boeng, Jhohozua Kojoba. Turut bersama, Sangaji Boeng Ir Niklas Kojoba, Sekretaris Suku Boeng Dominggus Isack Bitjara, Jou Hukum Egbert Hoata, Infokom Hard Pangadaheng, Humas Pdt Sandro Hayati serta sejumlah pengurus Komunitas Pemuda Adat Suku Boeng.

Menurut seksi Infokom, Boeng Hard Pangandaheng kepada sejumlah wartawan setelah kunjungan tersebut, Tokoh masyarakat Ngeteke sangat antusias ketika ia diminta untuk menjadi Kapita Suku Boeng.

“Tadi Tete Ngeteke mengungkapkan bahwa ia juga adalah bagian dari Suku Boeng sekalipun tugasnya ada di wilayah seputaran Talaga Lina, sesuai surat Keputusan yang pernah diberikan oleh Almarhum Sultan Mudaffar Syah pada tahun 2012 lalu” kata Hard

Tapi menurutnya, ia sangat bersedia berjuang bersama Suku Boeng jika itu adalah perjuangan untuk kepentingan masyarakat adat dan demi masa depan anak cucu dari pemilik tanah atau tuan tanah.

“Tete Ngeteke tadi ungkapkan dengan tegas, sekolah atau tidak sekolah anak cucu kita itu adalah tuan tanah. Jadi seharunya pihak lain yang berusaha di atas tanah masyarakat adat harus benar benar memperhatikan dan memprioritaskan anak anak lokal”

Hard melanjutkan, Ngeteke tadi juga sudah menyatakan kesediaannya bersama anak cucunya untuk berjuang bersama Suku Boeng dalam memperjuangkan sejumlah tuntutan yang pernah diajukan Suku Boeng dengan istilah MOU besar, yang mana di dalamnya ada tuntutan perekrutan tenaga kerja untuk bekerja dan masuk dalam manajemen sejumlah perusahan yang beroperasi di wilayah Kao Raya.

“Beliau juga tadi nyatakan sebagai Kapita Boeng siap memimpin dan berdiri di depan jika ada aksi aksi yang dilakukan Boeng untuk kepentingan masyarakat luas. Luar biasa, sekalipun usianya sudah cukup tua, tapi beliau sangat bersemangat berjuang kalau itu menyangkut kepentingan banyak orang”

Sementara itu Mahimo (Penasehat) Suku Boeng Johozhua Kojoba dalam pertemuan tersebut ungkapkan rasa terima kasihnya mewakili Suku Boeng atas kesediaan Ngeteke menjadi Kapita Suku Boeng.

“Kami dari Suku Boeng sangat yakin bahwa kesediaan Beliau mau menjadi Kapita Boeng benar benar dilandasi motivasi yang tulus mau berjuang bagi banyak orang terutama kepentingan anak cucu di 4 wilayah adat Jazirah Kao. Saya yakin kedepannya suku Boeng akan lebih berani dan kritis memperjuangkan kepentingan anak cucu masyarakat adat di Kao. Apalagi  dalam percakapan tadi beliau bilang siap berada di depan bersama Suku Boeng, jika perjuangan itu benar benar murni untuk kepentingan banyak orang, terutama anak cucu kita” kata Johozhua Kojoba.

Seperti diketahui Ngeteke adalah anak dari Almarhum Tukuru. Ia lahir tahun 1942. Ia sempat ditunjuk menjadi Kepala Suku Talaga Lina lewat pengangkatan langsung dari Almarhum Sultan Mudaffar Syah. Saat ini ia berdomisili di Desa Togihoro. Selama ini ia dikenal masyarakat Halmahera Utara sebagai tokoh masyarakat yang dihormati dan disegani.

Sekretaris Suku Boeng Dominggus Isack Bitjara mengatakan bahwa Kamis (13/11) SK pengangkatan Ngeteke sebagai Kapita Boeng yang ditandatangani Sangaji Boeng akan diserahkan langsung kepadanya.

“Sebagai Pengawal wilayah adat  Talaga Lina yang sudah di SK kan oleh Sultan, itu tetap berlaku dan beliau pakai. Tapi sebagai orang Boeng beliau kami SK kan sebagai Kapita, karena memang beliau akui sendiri sebagai orang Boeng juga” ujar Isack Bitjara.

Menurut Isack, kepada Ngeteke akan dibuatkan Baju khusus kapita Boeng yang akan ia kenakan saat acara adat atau aksi Boeng nantinya. Malah sebagai perngkat adat Boeng, ia juga akan diberikan insentif tetap sesuai kesepakatan Pengurus (iht5)