Besok, PN Tobelo putuskan 4 Gugatan terhadap investasi Dorkas

  • admin
  • 28/06/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada Besok, PN Tobelo putuskan 4 Gugatan terhadap investasi Dorkas

(TOBELO-SN) Direncanakan besok Senin (29/6) Hakim Pengadilan Negeri Tobelo akan memutus Gugatan 4 orang mantan Nasabah investasi yang dikelola oleh Dita Irena Areba atau dikenal dengan nama Investasi Dorkas.

Keempat orang mantan Nasabah Investasi Dorkas ini adalah : Netty Herawaty, Mercye Ishak, Selfi Josephine dan Jerri Aryono. Keempatnya memberikan kuasa kepada Egbert Hoata SH dari Kantor Pengacara EHH dan rekan.

Total kerugian akibat Investasi Dorkas yang dialami ke 4 mantan nasabah ini berjumlah total 600 juta rupiah. Para korban investasi Dorkas ini sudah memasukan dana tersebut sejak ahir desember 2018, tapi sampai saat ini mantan nasabah tersebut tidak pernah menerima keuntungan bagi hasil sesuai yang dijanjikan. Malah  dana modal investasi yang mereka masukan pun tidak dikembalikan sama sekali.

Egbert Hoata SH, kuasa hukum 4 penggugat yang ditemui Syallomnews Minggu (28/6) Siang dikediamannya optimis jika Hakim akan menerima semua gugatan penggugat.

“Dalam persidangan kami sudah membuktikan kepada Hakim kalau sejak Nopember 2018 itu akun Ibu Dorkas di Perusahan Equality Manado Sudah terkunci. Jadi dia sudah tidak bermain investasi lagi sejak waktu itu. Tapi kog, klien kami masih diajak bisnis ini pada bulan Desember 2018 itu. Uang yang ia terima itu ia kemanakan ?” katanya.

Lebih lanjut Egbert Hoata menjelaskan, dalam sidang memang Dorkas mengungkapkan kalau uang nasabah itu sudah disetor ke perusajan Equality di Manado. Tapi faktanya, Dorkas tidak dapat membuktikan dalam sidang bukti penyetoran uang tersebut.

”Jadi kalau uang nasabah yang begitu banyak ia terima di bulan Nopember dan Desember 2018 dengan promo gila gilaan itu, tidak ia setor, lalu uang itu dikemanakan ? Banyak saksi yang lihat di bulan Desember 2018 kalau di rumah Dorkas waktu itu ada begitu banyak uang yang bertumpuk dari nasabah”

Ketua LBH Rakyat Halut ini yakin jika Hakim yang memeriksa perkara ini akan menyatakan bahwa Dorkas telah melakukan perbuatan melawan hukum karena akibat kelalaiannya menyebabkan orang lain mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Sementara itu kuasa hukum Dita Irena Areba atau Dorkas, Paulus Kostan Simonda SH yang dihubungi lewat telpon Minggu siang mengungkapkan bahwa klienya sudah siap menerima apapun putusan Hakim dalam perkata ini.

“Dalam sidang memang kami belum sempat menunjukan bukti dan saksi kalau Ibu Dorkas sudah menyerahkan uang nasabah itu sebesar 600 juta ke perusahan. Tapi yah faktanya demikian. Tapi semua kembali kepada penilaian Hakim saja. Kami siap menerima apapun putusan hakim,” kata Pengacara kondang Maluku utara ini.

Saat ditanya tentang bagaimana sikap kliennya jika Hakim memutuskan Ibu Dorkas harus mengembalikan seluruh modal yang pernah disetor Penggugat ini, Paulus Simonda mengatakan “Saya sudah wanti wanti Ibu Dorkas, jika putusan Hakim menyatakan ia melakukan perbuatan melawan Hukum dan harus mengganti uang dari penggugat, yah Ibu Dorkas harus mengupayakan itu. Mungkin dengan menjual asset assetnya yang ada atau usaha lain. Sebab kalau tidak, penggugat bisa melaporkan pidana dan ia bisa ditahan” katanya.

Terkait dengan laporan Pidana dari 600an korban Investasi Dorkas ke LBH Rakyat Halut, Abraham Nikijuluw SH Sekretaris LBH Rakyat Halut kepada Syallomnews Minggu siang menegaskan bahwa lembaganya akan mendorong kasus tersebut lewat Kepolisian di Jakarta.

“Kami sudah pernah lapor ke Polres dan Polda. Tapi sepertinya kasus ini diam di tempat. Karena itu habis kelonggaran aktifitas di Jakarta, saya dan Ketua LBH akan ke Kompolnas dan Mabes Polri untuk melapotkan kasus Dorkas ini di sana. Kami akan minta Kompolnas dan Mabes Polri membentuk team untuk menyelidiki kenapa kasus ini lambat sekali ditangani” kata pria senior yang biasa dipanggil Pak Brampi ini.

Ia menyayangkan mengapa sampai Polisi tidak bisa mengungkapkan fakta ini, sejak Nopember 2018 akun Dorkas sudah terkunci tapi sampai 17 desember 2018 ia masih menerima uang dari ribuan nasabah.

“Ia terima uang begitu banyak. Ia sudah tidak setor ke perusahan di Manado. Jadi kalau ia bilang sudah bayar ke nasabah, mana buktinya ? Siapa orangnya ? Kalau memang tidak bisa ditemukan kemana larinya uang nasabah yang diterima Dorkas bulan Nopember sampai Desember 2018 lalu, yah kami akan langsung meminta bantuan Mabes Polri untuk menangani kasus ini dan minta pengawasan Kompolnas saja. Biar cepat terungkap” kata Bram Nikijuluw menutup percakapan (asc3)