Pengadilan Negeri Tobelo putus, Dorkas Harus kembalikan uang 2 nasabah “Rumah Lenggam” 500 Juta

  • admin
  • 01/10/2020
  • Komentar Dinonaktifkan pada Pengadilan Negeri Tobelo putus, Dorkas Harus kembalikan uang 2 nasabah “Rumah Lenggam” 500 Juta

(TOBELO-SN) Sidang Gugatan Wanprestasi (Ingkar Janji) yang diajukan 2 Orang nasabah Investasi Dorkas, Mey Isak dan Netty Herawaty berahir manis. Hakim tunggal Pengadilan Negeri Tobelo, Rabu (30/9) memutuskan bahwa Dita Irene Areba atau yang dikenal dengan nama Ibu Dorkas, dinyatakan terbukti melakukan perbuatan Wanprstasi atau Ingkar janji terhadap 2 nasabah yang pernah memasukan dana mereka ke bisnis Investasi “Rumah Lenggang” yang dikelolanya.

“Tergugat terbukti melakukan wanprestasi terhadap nasabah investasi yang dikelolanya dengan tidak menepati janji janjinya untuk mengembalikan modal dan bunga keuntungan seperti yang tertulis dalam sejumlah barang bukti kuitansi” demikian pembacaan amar putusan yang disampaikan oleh Hakim Muhamad Salim Hafidi SH.

Dalam catatan  Syallomnews, Hakim memutuskan Dorkas harus mengembalikan uang modal investasi milik Mey Isak sebesar 289 Juta rupiah dan bunga  5 juta rupiah. Sementara untuk Netty Herawaty, Dorkas diharuskan mengembalikan uang modal investasi sebesar 186 Juta dan bunga 5 juta rupiah. Sehingga total yang harus dikembalikan terhadap kedua mantan Nasabah ini total mencapau 500 juta rupiah.

“Kami sengaja hanya meminta penggantian bunga 5 juta saja supaya Dorkas bisa secepatnya mengembalikan uang nasabah. Yang penting modal mereka dikembalikan. Yang bersangkutan hanya diberi waktu 7 hari saja untuk membayar. Jika tidak, maka kami akan mengajukan permohonan eksekusi terhadap sejumlah asetnya yang kami sudah ketahui” kata Abraham Nikijulu SH, Kuasa Hukum penggugat dari Kantor LBH Rakyat Halut sesaat setelah sidang pembacaan putusan.

Abraham optimis, 4 gugatan lainnya yang akan diputus minggu depan akan dikabulkan Hakim pemeriksa sama seperti putusan kedua perkara ini.

“Kami sangat optimis, Dorkas akan bisa mengembalikan uang modal investasi dan bunga yang hanya 5 juta kami minta itu. Sebab pada Desember 2018 lalu itu, Dorkas ada  menggalang dana yang begitu besar dari masyarakat dengan iming iming bunga yang tak masuk akal. Sementara hasil penelusuran dari sejumlah saksi kami, ditemukan bahwa ia sudah tidak bisa bermain lagi di jual beli mas online sejak Nopember 2018 karena akunnya terkunci. Lalu ia kemanakan uang masyarakat yang begitu banyak itu? Kami yakin ia punya asset yang masih tersembunyi” ujar Abraham Nikijuluw SH lebih lanjut.

Saat ditanya tentang laporan Pidana terhadap Dorkas di Polres Halut yang pernah disampaikan oleh LBH Rakyat Halut, Egbert Hoata ketua LBH Rakyat Halut mengatakan bahwa laporan itu terus dikawal sampai tuntas.

“Laporan Polisi itu sudah cukup lama tapi tidak ada  perkembangan. Bulan April lalu kami sudah melaporkan Polres Halut dan penyidiknya ke Propam Polda Malut karena kami nilai sangat lambat penanganan kasus investasi Dorkas ini. Propam Polda sudah mengirim team dan menyurat kepada kami agar bersabar menunggu hasil penyelidikan Polres Halut. Tapi ini sudah 6 bulan, laporan kami sama sekali tidak ada perkembangan. Kami sangat prihatin melihat kondisi seperti ini. Ribuan masyarakat jadi korban tapi penanganan kasus ini lambat. Dorkas malah bisa negitu bebas beraktifitas seperti tidak ada persoalan” ujar Egbert.

Ketika Syallomnews menanyakan langkah lanjutan yang akan diambil LBH Rakyat Halut terkait laporan pidana ini, Egbert Hoata mengungkapkan :

“Ada banyak  korban investasi bodong di Halmahera Utara ini yang ternyata keluarganya itu adalah pengacara top yang berkiprah di Ibukota Jakarta. Mereka sudah meminta kepada kami agar mencabut saja laporan Polisi di Polres Halut dan mereka siap menindaklanjuti dengan membuat Laporan Polisi di Mabes Polri. Tapi sementara ini kami menunggu tanggapan Polres Halut atas surat yang kami sudah kirim beberapa hari lalu”

Ia memastikan, jika memang kasus dugaan tindak Pidana Dorkas ini tidak mengalami kemajuan maka LBH Rakyat Halut akan menyerahkan penanganan kasus ini ke Para pengacara keluarga korban di Jakarta.

“Kalau Jakarta yang hendel, kami yakin kasus ini bisa segera selesai seperti kasus investasi Karapoto”  (cds5