(TOBELO-SN) Warga Tobelo Selatan mengeluhkan pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak mengalir lagi selama hampir satu minggu terakhir. Gangguan distribusi air yang melayani pelanggan dari kawasan Desa Efi-Efi hingga Paca tersebut dipicu oleh musim kemarau panjang yang melanda wilayah setempat.
Direktur Utama PDAM Tobelo, Hi. Fauzi Daga, menjelaskan bahwa sumber air baku di Desa Paca yang mengandalkan sistem gravitasi mengalami penurunan permukaan air hingga hampir satu meter dari dasar normalnya. Penurunan debit air baku ini berdampak langsung pada kapasitas penampungan di intake serta melemahkan tekanan air saat didistribusikan ke jaringan pelanggan.
Guna mengatasi keterbatasan pasokan air tersebut, pihak PDAM akan menerapkan rekayasa distribusi dengan sistem pembagian jalur gilir.
“Solusi pertama nanti kita coba dengan sistem jalur, misalnya dua hari di jalur A, kemudian dua hari di jalur B. Langkah ini diambil karena kapasitas produksi dan tekanan air di Pacah melemah akibat faktor kemarau panjang,” ungkap Hi. Fauzi Daga.
Selain membagi jadwal pengaliran, PDAM Tobelo mulai mengerahkan alat berat ekskavator untuk merendahkan posisi pipa intake ukuran 300 mm agar mengikuti penurunan permukaan air di tebing danau Pacah. Penyesuaian teknis pada sekitar 4 hingga 5 staf pipa tersebut dilakukan untuk merestorasi tangkapan air baku agar dapat tersalurkan kembali ke sistem pipa distribusi.

Fauzi mengimbau masyarakat pelanggan untuk memaklumi proses pengerjaan yang membutuhkan waktu, mengingat jaringan pipa berada di dalam tanah sehingga deteksi hambatan dan pemulihan arus air memerlukan penanganan cermat. Walaupun membutuhkan biaya operasional dan sewa alat tambahan, pihak PDAM berkomitmen menyelesaikan perbaikan teknis tersebut secepatnya agar layanan air bersih di Tobelo Selatan dapat kembali normal.