(TOBELO-SYALLOMNEWS)-Berbasis di Desa Gamsungi, Aplikasi Belanjain Usung Semangat “Tumbuh dari Halmahera Utara untuk Indonesia”

Ketika kota-kota besar sudah sesak oleh persaingan layanan digital raksasa, Halmahera Utara justru memilih jalan berbeda: membangun ekosistem digitalnya sendiri dari kampung halaman.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara resmi menjajaki pengembangan ekonomi digital lokal melalui aplikasi Belanjain, sebuah super app karya PT Belanja Digital Indonesia yang mengintegrasikan layanan belanja UMKM, pesan-antar, dan transportasi dalam satu platform.

Langkah ini ditandai dengan sosialisasi akbar bertajuk “Halmahera Utara Go Digital” yang digelar di Ruang Meeting Fredy Tjandua, Lantai II Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Tobelo, Kamis (15/10/2026).

Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP, menegaskan bahwa masa depan Halut tidak bisa lagi bergantung pada cara konvensional. Ia menyebut empat pilar utama yang harus dipacu: digitalisasi, investasi, inovasi, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tobelo tumbuh sangat cepat. Aktivitas masyarakat butuh kemudahan akses layanan dan transportasi. Kita tidak bisa menunggu dijemput Jakarta, kita harus ciptakan sendiri,” tegas Papilaya.

Menurut Papilaya, kehadiran Belanjain bukan sekadar aplikasi, melainkan pembuka lapangan kerja baru. Ojek pangkalan, pengemudi bentor, hingga ibu-ibu penjual kuliner di Tobelo diproyeksikan menjadi aktor utama ekonomi digital.

Sebelum diluncurkan resmi, Pemkab Halut sengaja membuka ruang uji publik. “Kami butuh masukan semua pemangku kepentingan dulu sebelum dipresentasikan ke Bupati. Jangan sampai aplikasi ini lahir tapi tidak menjawab kebutuhan lapangan,” ujarnya.

Target 100 UMKM Go Digital, Transaksi Pakai QRIS Tim pengembang Belanjain mengungkapkan, aplikasi ini 100% dikembangkan di Halmahera Utara dengan tagline “Tumbuh dari Halmahera Utara untuk Indonesia”. Misinya jelas: memperluas pasar produk lokal Halut, memudahkan warga dapatkan kebutuhan tanpa harus ke pasar, sekaligus memberi penghasilan tambahan bagi mitra transportasi.

Di tahap awal, manajemen menargetkan minimal 100 pelaku UMKM kuliner dan ritel masuk ke dalam ekosistem. Untuk mendukung transaksi modern, Belanjain juga telah menyiapkan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS dan Virtual Account dan tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah.

Menariknya, inovasi ini mendapat dukungan penuh dari aparat kepolisian. Kasat Lantas Polres Halmahera Utara, Iptu Moch Bintang Onasis Tilio, menyatakan pihaknya siap mengawal dari sisi keselamatan.

Satlantas akan memfasilitasi pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi calon mitra pengemudi Belanjain melalui pendataan kolektif dan pelayanan terkoordinasi.

“Kami tidak mau ekonomi digital tumbuh tapi angka kecelakaan ikut naik. Semua pengemudi Belanjain wajib SIM sesuai peruntukan, helm SNI, spion lengkap, knalpot standar. Kami akan bina mereka jadi contoh pengemudi tertib di Tobelo,” tegas Iptu Bintang.

Ia menekankan, digitalisasi transportasi harus sejalan dengan disiplin berlalu lintas.

Dengan kolaborasi segitiga antara Pemkab, UMKM, dan Polri ini, Halmahera Utara berharap Belanjain tidak hanya menjadi aplikasi, tetapi menjadi gerakan ekonomi lokal yang menggerakkan Tobelo dari pinggiran untuk Indonesia.

By Admin