(TOBELO-SYALLOMNEWS) – Upacara wisuda Sekolah Tinggi Teologi IKAT Maluku Utara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Greenland Tobelo pada Jumat (30/10/2026) pukul 09.00 WIT. Mengusung tema “Unggul, Berkarakter dan Berintegritas”, acara dihadiri Ir. Valentino E. Leiwakabesy selaku Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Halmahera Utara yang mewakili Bupati Piet Hein Babua, Pendamping Aditya Abas, SP., Bidang SDM Pendidikan dan Kemasyarakatan, Pdt. Dr. Jimmy M. R. Lumintang, M.Th., M.B.A., Oh.D selaku Rektor STT IKAT Jakarta, serta Dr. Tommy Sangat, S.H., S.Th., M.Th., M.Pd., FPL selaku Pimpinan STT IKAT Maluku Utara. Turut hadir jajaran dosen, keluarga wisudawan‑wisudawati, civitas akademika serta tokoh gereja dan masyarakat.

Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Ir. Valentino E. Leiwakabesy menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia menegaskan bahwa gelar yang diterima bukan hanya milik pribadi, melainkan amanah agar setiap wisudawan menjadi wadah yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Halmahera Utara ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kami mengucapkan selamat kepada saudara‑saudari yang hari ini resmi diwisuda. Kami berharap setiap saudara menjadi wadah berkat yang mampu berkontribusi di daerah ini. Baik di gereja, di masyarakat, di desa‑desa maupun di lingkungan pekerjaan masing‑masing, marilah saudara berperan dengan unggul, berkarakter dan berintegritas demi terwujudnya Halmahera Utara yang Setara,” ujar Valentino.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat termasuk generasi pelayan baru yang telah dibentuk oleh STT IKAT Maluku Utara.

Sementara itu, Pdt. Dr. Jimmy M. R. Lumintang menyampaikan kritik mendalam terhadap fenomena banyak Pendeta yang menggunakan kecerdasan buatan secara serampangan untuk menyusun khotbah. Menurutnya, meskipun AI dapat menjadi alat bantu, khotbah sejati harus lahir dari renungan Alkitab, doa yang mendalam, pengalaman iman, serta kepedulian terhadap realitas jemaat.

“Saya prihatin melihat banyak Pendeta yang langsung mengambil khotbah dari AI lalu menyampaikannya seolah‑olah itu adalah renungan pribadi. Itu bukan pelayanan yang berintegritas. Khotbah bukan sekadar teks yang indah, melainkan pesan yang lahir dari perjumpaan pribadi dengan Firman Tuhan,” tegasnya.

Ia mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga kemurnian pelayanan. “Gunakan teknologi dengan bijak, tetapi jangan biarkan AI menggantikan suara Roh Kudus. Jadilah pelayan yang berakar pada Firman, bukan sekadar penyalin teks buatan mesin,” tambahnya.

Dr. Tommy Sangat selaku Pimpinan STT IKAT Maluku Utara menyampaikan laporan sekaligus pesan kepada para wisudawan. Ia mengutip ungkapan Aristoteles bahwa “Pendidikan akarnya memang pahit, tetapi buahnya manis”. Menurutnya, perjuangan studi yang dilalui wisudawan menjadi fondasi agar mereka mampu melayani dengan keteguhan hati.

“Selama ini saudara merasakan pahitnya perjuangan belajar, malam‑malam yang terjaga, tantangan yang berat. Namun hari ini kita menyaksikan buahnya: saudara resmi diwisuda. Biarlah manisnya buah ini tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat,” tegas Dr. Tommy Sangat.

Ia menambahkan bahwa STT IKAT Maluku Utara telah membentuk wisudawan untuk hidup unggul, berkarakter dan berintegritas. Wisuda ini bukan titik akhir, melainkan awal perjalanan pelayanan yang lebih luas demi kemajuan Halmahera Utara.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan ijazah secara simbolis, ucapan berkat dari jajaran pimpinan, sesi foto bersama serta penutupan acara. Kehadiran Asisten III pada wisuda ini menunjukkan perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terhadap peran lembaga pendidikan teologi dalam melahirkan generasi pelayan yang menjadi wadah berkat bagi daerah.

(Jini)

By Admin