(TOBELO-SYALLOMNEWS)- Suasana serah terima jabatan Camat Tobelo Tengah mendadak hening saat Sekretaris Daerah Halmahera Utara, E.J. Papilaya, melontarkan kalimat ini:
“Jangan sampai kita hanya membangun beton, beton, beton, tetapi lupa membangun batin. Jasmani dan rohani harus dibangun secara seimbang.”

Pesan itu disampaikan Sekda dalam agenda Sertijab Camat Tobelo Tengah dari Plt Camat Djulis Jumoko kepada Camat definitif yang baru, Flavius Josepus Tjando, Jumat (6/11/2026) di Tobelo.
Bukan tanpa alasan. Sekda menilai, selama ini banyak aparatur hanya sibuk mengejar proyek fisik, tapi lupa tugas yang lebih dalam: membangun manusia.

Ia pun memberi rumus kerja baru untuk kecamatan: Jangan menunggu perintah dari kabupaten.
“Jangan bekerja dari apa yang tidak bisa. Kerjakan apa yang bisa kita kerjakan. Karena kita tidak bisa membuat semuanya dalam waktu yang sama. Anggaran, waktu, tenaga dan kekuatan kita terbatas, sehingga harus menentukan prioritas,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Papilaya juga menyentil soal komunikasi yang selama ini jadi penyakit birokrasi.
“Komunikasi adalah talinya. Kalau ada timba dan ada air tetapi tidak ada tali, kita tidak bisa mengambil air. Begitu juga dalam pemerintahan, semuanya ada pada komunikasi,” tandasnya.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan di kecamatan sangat ditentukan oleh komunikasi, baik komunikasi birokrasi maupun komunikasi politik yang menjadi penghubung antara kecamatan, pemerintah desa, OPD, dan masyarakat.
Sekda menegaskan, posisi kecamatan saat ini sudah berbeda dengan pola pemerintahan masa lalu. Kecamatan telah menjadi OPD, sehingga fungsi manajemen dan koordinasi dengan Pemkab semakin penting.

Karena itu, Pemda didorong memperkuat pendelegasian kewenangan kepada kecamatan. Dengan pelimpahan kewenangan yang jelas, camat diharapkan bisa bergerak lebih cepat menangani kebutuhan masyarakat.
“Karena kecamatan adalah OPD, maka ikhtiar penganggaran bagi OPD kecamatan juga perlu diberikan dengan baik. Kita juga perlu memberikan delegasi dan pelimpahan tugas-tugas kepada camat supaya mereka bisa lebih banyak bergerak,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan empat tugas utama pemerintah: penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, tugas kemasyarakatan, serta pelayanan publik. Termasuk fungsi pembangunan, pemberdayaan masyarakat, perlindungan dan pengaturan, serta pelayanan.

Kepada Camat baru, Sekda berpesan agar menjadikan kantor kecamatan sebagai tim kerja sekaligus tim belajar.
“Jadikan kantor kita sebuah tim kerja, bukan hanya teamwork, tetapi juga tim learning. Kita belajar satu dengan yang lain, berbagi kecakapan, pengalaman dan pengetahuan,” katanya.
Ia berharap pergantian ini tidak menimbulkan persoalan internal, tetapi menjadi bagian dari penataan organisasi berdasarkan pertimbangan kepangkatan, jabatan, masa kerja, usia dan kompetensi.

“Semua ada dalam sebuah struktur dan penataan. Aspek-aspek itu juga tidak bisa kita abaikan. Kita mengikuti semua tahapan yang ada sehingga kita semua tetap nyaman dan tidak merasa ada sesuatu yang mengganjal,” ujarnya.
Diketahui, Plt Camat sebelumnya, Djulis Jumoko, menjalankan tugas setelah Camat sebelumnya, Tomi Huragana, memasuki masa pensiun. Kini jabatan tersebut resmi diemban Flavius Josepus Tjando.

Sekda pun berpesan kepada camat baru untuk membangun hubungan kerja yang solid bersama Plt maupun jajaran aparatur, bekerja secara adil sesuai tugas, dan bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Tobelo Tengah.
(Jini)