(TOBELO-SN) Keseriusan aliansi Gerakan Menagih Hutang Riil NHM (GEMPUR) KAO untuk mendiami gedung DPRD Halut hari Rabu (26/8) nanti dibuktikan hari ini.
Kamis (20/8) pagi sekeretaris GEMPUR KAO Dominggus Isack Bitjara bersama sejumlah pengurus lainnya menemui Kasat intelkam Polres Halmahera utara IPTU Saiful Mochtar SH menyampaikan rencana tersebut dengan sepucuk surat penyampaian rencana aksi tersebut.

Dalam surat penyamapaian rencana aksi tesebut disebutkan aliansi GEMPUR KAO akan datang menemui anggota DPRD Halut dengan massa sebanyak 500 orang. Yang terdiri dari isteri serta anak para karyawan vendor dan keluarga karyawan NHM yang sedang dirumahkan. Juga masyarakat lingkar tambang dari berbaga desa yang mempertanyakan PPM NHM selama 6 tahun ini.
“Untuk kali ini kami hanya akan menghdirkan sekitar 500 orang keluarga karyawan saja. Kami harap pemilik NHM Haji Robert bisa datang menemui kami. DPRD dan Bupati Halut punya otoritas kuat untuk bisa menghadirkan beliau. Jika beliau tak hadir tanggal 26 nanti maka kami pastikan massa aksi tak akan pulang ke Kao. Mereka akan membangun tenda di halaman kantor DPRD untuk tinggal sekian hari sampai pemilik NHM bisa bertemu dan menjelaskan sejumlah tuntutan mereka” kata Dominggus.

Ia memastikan peserta aksi tak akan pulang jika haji Robert tak datang tanggal 26 agustus nanti. Sebab peserta aksi akan datang dengan alat masak dan pakaian ganti sebab mereka sudah siap membangun tenda di halaman DPRD Halut.
“Itu khan rumah rakyat jadi kami tak salah menginap dan tinggal di sana kalau haji Robert tak muncul tanggal 26 nanti”
Dosen Uniera ini menjelaskan kalau target ribuan orang akan datang unjuk rasa bukan di DPRD Halut tapi nanti aksi di Gosowong jika pernyataan sikap untuk 6 hal itu tak mendapat tanggapan dari pemilik NHM.

“Tentu kami akan aksi lanjutan di wilayah Gosowong tapi hal itu akan dilakukan jika kami tak puas dengan hasil rapat dengar pendapan di DPRD Halut. Peserta aksi akan sangat besar jika kami lakukan di front gate nanti sebab ribuan orang kao tentu akan bersedia dating ke Gosowong melihat keadaan yang sangat menyedihkan ini.”
Sejumlah tuntutan yang akan disampaikan aliansi GEMPUR KAO nanti di tanggal (26/8) diantaranya : pembayaran hutang para vendor sebesar 13 milyar lewat koperasi, pelaksanaan PPM selama 6 tahun ini, hak hak karyawan NHM yang sedang drumahkan, pembayaran pesangon eks karyawan serta tuntutan kriminalisasi terhadap warga Kao yang berani brsuara keras menantang kebjakan NHM yang tak pro rakyat lingkar tambang (kng6)
