(TOBELO0SN) 100an anggota aliansi GEMPUR KAO mengungkapkan rasa kecewanya pada 30 anggota DPRD Halmahera utara yang dinilai “penakut” dan “tak berani” menghadirkan presdir NHM Haji Robert Nitiyudo dalam audensi dan Rapat dengar pendapat Rabu (26/8)
Penyataan itu disampaikan ketua aliansi GEMPUR KAO Sarjon Singa setelah mereka menemukan kenyataan bahwa RDP yang direncanakan dilakukan di ruang bangsaha DPRD hari ini tak diahadiri satu orang pun perwakilan NHM.
“Hari ini publik menyaksikan betapa buruknya moral para wakil rakyat di DPRD Halmahera Utara. Kami datang dengan iktikad baik memenuhi undangan audiensi di rumah kami sendiri, Gedung DPRD. Namun saat PT. NHM mangkir, DPRD bukannya menggunakan taringnya memanggil paksa Presdir PT. NHM, mereka justru kabur secara diam-diam seperti pencuri di malam hari! Jika dewan sudah tidak berani menghuni gedung ini untuk membela rakyat, maka mulai detik ini, Rakyat yang akan menduduki dan mengambil alih rumah rakyat ini”
Sarjon memastikan aliansi GEMPUR KAO akan datang lagi berkemah di gedung DPRD Halut malam selanjutnya sampai haji Robert datang memenuhi undangan DPRD Halut
Sekretaris Dominggus isack Bitjara sangat menyayangkan sikap 30 anggota DPRD Halut dan menilai mereka ini semua sudah sangat pantas tak dipilih lagi di Pileg mendatang.
“Saat tahun 2008 ketika pak Nofino Lobiua memimpin DPRD Halut waktu itu, mereka bisa membuat keputsan politik Mosi tidak percaya kepada PT NHM waktu itu. Saat itu NHM dikuasai oleh pemodal asing New Crest tapi anggota DPRD Halut waktu itu pemberani tapi sekarang ini, pemilik NHM orang Indonesia tapi 30 anggota DPRD Halut tak berani memanggil haji Robert. Kasihan sekali kita di Halut ini DPRD kita diisi oleh para legislator bermental begini. Memalukan. Pengecut dan mereka biarkan rakyatnya yang susah harus bermalam di gedung ini” katanya Tegas (knh8)