(TOBELO-SN) Menanggapi pernyataan dari perwakilan mitra tranportasi NHM yang mengatakan jika pembayaran PT NHM terhadap mereka para mitra berjalan lancar dan rutin serta tak ada hutang apapun, ketua aliansi Geakan menagih hutang real PT NHM (GEMPUR KAO) Sarjon Singa mengatakan itu hal yang baik tetapi juga harus diingat nasib vendor yang lain di lingkar tambang juga.

“Kami mengapresiasi rekan-rekan vendor yang pembayarannya lancar hari ini. Namun, jangan jadikan kelancaran satu-dua vendor sebagai topeng untuk menutup mata atas penderitaan vendor lokal lain yang uangnya tertahan sejak tahun 2023 sampai saat ini”

​Sarjon melanjutkan, “Solusi sejati bukan dengan membendung informasi melalui media, melainkan dengan memanggil duduk bersama seluruh vendor yang tertunggak dan memberikan jadwal pelunasan yang pasti dan mengikat secara hukum. Hak satu vendor tidak boleh mengorbankan hak vendor lainnya.”

“Pola pembayaran yang mungkin lancar hanya kepada vendor penyedia layanan vital harian tertentu, sementara hak vendor jasa/suplai lain yang sudah selesai dikerjakan dibiarkan menunggak berlarut-larut. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan tata kelola keuangan (cash flow management). Narasi (seolah semua baik-baik saja) justru mencederai rasa keadilan bagi pengusaha-pengusaha lokal yang saat ini berada di ambang kebangkrutan akibat dananya tertahan”

Ia berharap pertemuan dengan DPRD Halut pada hari rabu (26/8) bisa digunakan manejemen NHM untuk memberi penjelasan soal tuntutan aliansi GEMPUR KAO soal hutang NHM kepada Koperasi yang dalam hitungan mencapai lebih 15 milyar.

“Silahkan vendor transportasi yang selalu dibayar lancar sesuai pengakuan mereka di media. Tapi apakah merek juga ada merasakan vendor lain yang mensuplay galian C yang sudah sekitar 3 tahun belum dibayar ? Aliansi GEMPUR KAO tak mungkin mau menagih ke NHM kalau tak ada buktinya di Koperasi’ katanya singkat (dwe8)

By Admin