(TOBELO-SYALLOMNEWS) Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd, bersama Tubol Malamok Suku Isam pagu yang juga pengurus Dewan nasional AMAN Alfrida Erna Ngato, menjadi narasumber seminar kebudayaan dalam rangka  Hari Jadi ke-21 Ikatan Keluarga Tobelo-Galela (IKA-TOGALE) Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu 26

.Dalam agenda tersebut, Kasman Hi Achmad  dipercaya membawa meteri  dengan tema “Melestarikan Identitas Budaya Togale di Era Modern.” Sedangkan Tubol Malamok Isam Pagu Alfrida erna Ngato menyajikan materi dengan thema Ngohi na o na Gona (Siapa kita masyarakat adat)

Kasman menegaskan, kemajuan zaman harus sejalan dengan upaya menjaga identitas budaya. Menurutnya, masyarakat Togale termasuk yang ada di Halsel memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“ Kemajuan jaman saat ini tidak bisa membuat kita semua kehilangan jati diri dan identitas. Orang Tobelo galela yang ada di sini harus meariskan kepada genaerasi muda” katanya.   

Kasman mempertegas jika pelestarian budaya dan adat tak bisa hanya dilakukan lewat kegiatan seremonial semata tapi lewat memperkenalkan nilai nilai itu kepada generasi sekarang ini supaya bisa bertahan ke depannya.

Karena itu, mantan Rektor UMMU ini  mendorong agar  IKA-TOGALE Kabupaten Halmahera Selatan untuk terus menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah dalam memperkuat identitas, persaudaraan dan kepedulian masyarakat Tobelo-Galela. Ia juga mendorong penggunaan media dan platform digital untuk lebih memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda Togale si Halsel saat ini.

Kasman juga menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Togale. Pemanfaatan teknologi dan media digital, justru dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Mendahului pemaparan materinya, Kasman Hi Achmad sempat menyentil jika saat ini ia datang bersama seorang tokoh adat perempuan asal Halmahera utara yang sedang menghadapi kasus hukum karena persoalan membela masyarkat adat Isam Pagu.

“Saya datang saat ini dengan adik saya Alfrida Erna Ngato seorang tokoh adat perempuan yang tetap eksis membela masyarakat adat. Saat ini Alfrida sedang mengahadapi kasus hukum karena memperjuangkan wilayah adat. Tapi selama saya menjabat wakil bupati, saya harap Alfrida Ngato tak mengalami penahanan karena kasus ini sebab yang ia lakukan adalah memperjuangkan wilayah adat” katanya.

Sedangkan Alfrida Ngato dalam materinya mengatakan kita disebut masyarkat adat karena kita tinggal dan punya wilayah adat, temasuk orang Togale.

“Kita disebut masyarkat adat karena kita tinggal di suatu wilayah yang memiliki hubungan kekerabatan satu dengan yang lain dan memiliki pranata dan punya hubungan dengan wilayah yang ditepati. Orang Togale di sini juga memiliki hubungan dengan tanah yang ditempati.” Katanya.

Alfrida juga menekankan pentingnya masyarakat adat Togale di Halsel selalu menggunakan bahasa daerah dalam pergaulan bermayarakat di antara sesama orang Togale.

“Jangan kita mengaku orang Togale jika bahasa pergaulan kita sesama orang Togale hanya menggunakan bahasa melayu” tuturnya (seg6)

By Admin