(TOBELO – SYALLOMNEWS) Kisruh dugaan penunggakan hak dosen dan tenaga pendidik di Politeknik Perdamaian Halmahera (Padamara) Tobelo mendapat perhatian serius dari alumni.
Ketua Ikatan Alumni Politeknik Padamara, Rommy Djako, meminta Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, untuk turun tangan langsung mengatasi persoalan yang melilit kampus vokasi satu-satunya di Halmahera Utara itu.

“Bupati sebagai pemimpin tertinggi daerah bisa mendesak Yayasan Sanro GMIH dan Sinode GMIH untuk bertanggung jawab menyelesaikan persoalan Padamara ini,” tegas Rommy Djako kepada SyallomNews, Senin (3/11) malam.
Menurut Rommy, Pemkab Halut tidak boleh tutup mata. Keberadaan Politeknik Padamara sangat vital sebagai pusat pendidikan vokasi yang mencetak tenaga terampil bagi daerah.
“Ini adalah kampus vokasi satu-satunya di Halut, jadi harus diselamatkan kelanjutannya oleh Pemkab Halut,” ujarnya.
Ia mewakili para alumni mengaku sangat menyayangkan kondisi Padamara yang dinilai justru semakin parah setelah dialihkan pengelolaannya ke Yayasan Sanro GMIH.
“Setelah dialihkan ke Yayasan Sanro GMIH, justru kondisi Padamara tambah parah. Ini yang sangat kami sayangkan sebagai alumni,” kata Rommy.

Rommy bahkan mengkhawatirkan kelangsungan kampus tersebut jika persoalan tidak segera ditangani secara serius.
“Jika kondisi seperti ini tidak ditangani, ada kemungkinan kampus Padamara bisa bubar,” ucapnya.
Ia menawarkan dua opsi solusi untuk menyelamatkan kampus.
“Lebih baik dikembalikan saja ke yayasan awal bentukan pendiri Prof. Nanere dan keluarganya. Atau Pemkab Halut ambil alih kampus ini,” usulnya.
Menurutnya, opsi pengambilalihan oleh Pemkab menjadi lebih realistis.
“Tak perlu lagi di bawah Sinode GMIH karena sudah terbukti, sejak beralih, Padamara justru semakin parah kondisinya,” pungkas Rommy.

Rommy Djako mendesak supaya Pemkab Halut tak bersedia jika ada pihak ketiga yang mau menawarkan diri menjadikan Politeknik Padamara sebagai tempat pelatihan bagi calon tenaga kerja yang mau dikirim ke jepang dan beberapa Negara lain.
“Isyu yang kami dengar seperti itu. Jadi kami sebagai alumni Padamara angat menentang niat itu. Politeknik Padamara itu harus dihidupkan kembali. Bila perlu Pemkab Halut mengurus kembali supaya dikembalikan saja kepada yayasan lama milik keluarga Prof Nanere supaya bisa hidup kembali” katanya tegas
Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Sanro GMIH, maupun Sinode GMIH belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan alumni tersebut.
SyallomNews masih berupaya melakukan konfirmasi kepada semua pihak terkait.
