(TOBELO-SYALLOMNEWS) HALMAHERA UTARA — Suara bulat dan tegas datang langsung dari para petani kelapa di Kabupaten Halmahera Utara. Melalui Aliansi Masyarakat Peduli Petani Kelapa Halut (AMPPK-HALUT), warga yang berasal dari empat kecamatan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kebijakan hilirisasi sekaligus menolak pihak-pihak yang dinilai menciptakan kegaduhan atas nama kepentingan petani.

Aksi unjuk rasa damai digelar pada Senin (28/9/2026), diikuti sekitar 260 orang perwakilan dari Kecamatan Tobelo Tengah, Selatan, Timur, dan Barat. Massa bergerak bersatu dengan semangat persatuan, menegaskan bahwa kebijakan yang menguntungkan tidak boleh dirobohkan oleh keributan yang tidak mewakili suara sesungguhnya.

Mobilisasi berangkat dari Desa Efi-Efi, Tobelo Selatan, tepat pukul 09.00 WIT. Menggunakan 12 unit kendaraan penumpang didampingi 2 mobil pengawalan, rombongan tiba di halaman Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, sekitar pukul 10.40 WIT. Di bawah bendera Merah Putih dan spanduk kebersamaan, mereka menyampaikan sikap resmi: mendukung sepenuhnya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Hilirisasi Buah Kelapa, menjaga iklim investasi tetap sehat, serta meminta konsistensi Pemerintah Daerah dan DPRD dalam menjalankan aturan demi kesejahteraan seluruh warga.

Dalam dialog terbuka bersama Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., Kapolres Halmahera Utara AKBP Elrichson Pasaribu, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, perwakilan aliansi menyampaikan keresahan utama: justru para petani sejati tidak pernah menolak hilirisasi. Yang menjadi kekhawatiran adalah munculnya pihak-pihak yang bukan petani, tidak menggantungkan hidup dari hasil kebun kelapa, namun berani mengatasnamakan petani untuk menaburkan keributan.

“Jangan sampai kegaduhan yang mereka buat merusak masa depan kami dan anak cucu kami,” tegas juru bicara AMPPK-HALUT di hadapan jajaran pemimpin daerah.

Massa juga meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap kelompok yang menyebarkan ketidaktenangan atas nama petani. Di sisi lain, pintu tetap terbuka lebar bagi setiap investor yang ingin berkolaborasi membangun kesejahteraan bersama di daerah ini.

Menyambut aspirasi tersebut, Bupati Piet Hein Babua menyatakan apresiasinya atas kehadiran para petani. Ia menegaskan, hilirisasi tidak disusun untuk menyulitkan rakyat, melainkan bertujuan menaikkan nilai jual hasil kebun, menjaga harga tetap menguntungkan petani, serta memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Saatnya kita bersatu. Jangan biarkan suara orang yang belum pernah memegang sabit di kebun menentukan arah masa depan kalian. Sebagai putra daerah, saya akan terus berjuang demi kesejahteraan petani sejati di Halmahera Utara,” ujar Bupati.

Setelah pertemuan di Kantor Bupati, rombongan melanjutkan aksi ke Kantor Pelayanan Pajak di Tobelo. Di sana, mereka meminta klarifikasi terkait pernyataan seorang pegawai yang dinilai meremehkan Perda Hilirisasi. Diketahui pegawai yang bersangkutan telah pindah tugas ke Manado. Massa menyampaikan pesan agar seluruh aparatur negara senantiasa menjaga sikap mendukung kemajuan daerah, bukan sebaliknya menaburkan keresahan di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, damai, dan kondusif, dengan pengamanan ketat dari jajaran Polres Halmahera Utara serta Satpol PP Pemda setempat. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa suara petani sejati adalah suara persatuan, kemajuan, dan kesejahteraan bersama (hre5)

By Admin