(KAO UTARA-SYALLOMNEWS) Penutupan Pancang Kukumutuk secara tiba-tiba tanpa penjelasan terbuka dan isu pengalihan operasional Pancang Doro akhirnya memicu reaksi keras. Ketua Pemuda 4 Suku Kao, Jimi Bitino, S.H., angkat bicara dan melayangkan ultimatum keras kepada manajemen PT. NICO.

Di tengah isu PHK dan efisiensi yang memanas, Jimi mendesak manajemen untuk menghentikan isu pemindahan operasional sebagai bentuk balasan atas protes masyarakat. Ia juga meminta Pemerintah Daerah Halmahera Utara untuk tidak tinggal diam dan segera turun ke lapangan.

“Kita tahu bersama tipikal dan mental dari Masyarakat Suku Boeng, mereka tidak mudah di intimidasi dengan hal-hal tersebut, sebab mereka pernah menghadapi kondisi seperti demikian berulang kali,” ungkap Jimi.

Ia menegaskan, persoalan di wilayah Boeng, khususnya di Kao Utara area Pancang Doro harusnya diselesaikan dengan cara dialogis yang rasional.

“Persoalan yang muncul di wilayah Boeng, lebih khususnya di Kao Utara area Pancang Doro harusnya diselesaikan dengan cara dialogis yang rasional, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Skandal Mutasi Berkedok Skill dan Supervisor

Jimi juga membongkar persoalan yang dinilai tidak adil. Ia menyoroti pemutusan hubungan kerja karyawan asli Pancang Doro yang kemudian digantikan oleh karyawan dari luar dengan dalih mutasi, jabatan supervisor, dan skill.

Menurutnya, alasan tersebut hanyalah akal-akalan manajemen dan tidak boleh dijadikan patokan utama.

“Jangan itu yang jadi patokan karena itu hanya akal-akalan manajemen. Persoalan ini jangan dianggap sepele karena ini menyangkut kesempatan kerja dan karir para pemuda-pemudi di wilayah tersebut. Kami meminta manajemen PT. NICO dapat mempertimbangkan kembali,” ujarnya dengan nada tegas.

Jimi Bitino SH

Bagi Pemuda 4 Suku, ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi soal masa depan dan martabat pemuda adat di tanahnya sendiri.

Tak hanya itu, penutupan Pancang Kukumutuk pun disoroti. Padahal, ketersediaan bahan baku kelapa di wilayah Kao dan sekitarnya masih sangat melimpah.

“Untuk itu kami meminta agar proses efisiensi yang dilakukan di Pancang Kukumutuk haruslah bertahap, tidak sampai tutup yang berimbas pada saudara-saudara kita yang harus kembali ke rumah dan mungkin menjadi pengangguran,” desaknya.

Di akhir pernyataannya, Jimi menegaskan sikap Pemuda 4 Suku Kao: pada prinsipnya sangat mendukung program efisiensi perusahaan, namun menolak cara-cara yang tidak adil.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat agar bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak berkembang menjadi isu liar yang merugikan semua pihak, serta berharap PT. NICO segera pulih dan harga butir kelapa dapat membaik demi kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara.

Sementara itu humas PT NICO Decky Tawaris yang diminta tanggapan manejemen PT NICO terhadap pernyataan Jimi Bitino SH lewat pesan singkat lewat Whatshap sore ini menjelaskan rencana hari Selasa lusa akan dilakukan diskusi dan penjelasan mengenai aktifitas di pancang Doro dan kelanjutanya, setelah itu baru akan ada pernyataan resmi dari perusahan ke media. (mgt7)

By Admin