(TOBELO-SN) Kondisi Halmahera utara yang sedang alami kemarau panjang, ancaman gempa bumi berkekuatan besar di Tobelo seperti prediksi BMKG dan adanya ancaman erupsi gunung berapi membuat Persekutuan Gereja pentakosta Indonesia (PGPI), Komunitas Penginjil Peduli Halmahera utara (KPPHU) dan radio Syallom akan mengadakan kegiatan doa bersama dengan nama PRAY FOR CITY hari Jumat (18/9) jam 19 00 wit di Gedung Gereja GBI Yesus itu Tuhan Desa Gdoma Tobelo.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Pengurus nasional Pray For Cities dengan menghadirkan sejumlah hamba Tuhan dari Jakarta.
Kepada Syallomnews, ketua panitia Pray For Tobelo Pdt Brami Sambeka S Th mengatakan kalau acara ini mrupakan jawaban atas pergumulan umat Tuhan di kota Tbelo pada khusunya dan kabupaten Halmahera utara pada umumnya.

Pdt Brami Sambeka S Th, ketua panitia PRAY FOR TOBELO
“Apa yang terjadi gempa bumi besar di NTT dan kota lainnya di waktu lalu itu bisa menjadi awasan bagi kita semua di Tobelo ini. Sebab informasi BMKG jelas disampaikan jika daerah kita ini berpotensi terjadinya gempa bumi besar di masa mendatang.” Katanya.

Selain itu menurut Pdt Brami, kondisi kemarau panjang yang sedang terjadi menyebabkan begitu banyak kesulitan yang dialami umat Tuhan di Halmahera utara dengan adanya kebakaran lahan, tanaman mati, kekuranga air bersih dll.
“Di acara ini kita sama sama akan berseru pada Tuhan memohon belas kasihan Tuhan agar bisa buat awan sehingga dalam waktu tak lama, hujan akan turun membasahi Halmahera utara.”

Ancaman erupsi gunung berapi yang terjadi di sejumlah wlayah juga bisa mengancam Tobelo karena berada di area dekat gunung berapi sehingga panitia juga mengajak umat Tuhan mendoakan hal itu agar kota Tobelo terhindar dari kejadian kejadian ini.
Gembala GKMI Eben hazer Tobelo ini mengajak semua umat Tuhan yang sedang sakit dan butuh kesembuhan ilahi bisa menghadiri acara Pray For Tobelo ini sebab dalam acara ini akan dilakukan pelayanan doa bagi orang orang sakit.
“Ada banyak hamba Tuhan dari luar yang hadir di Tobelo yang siap mendoakaan orang orang sakit juga. Kami himbau agar jemaat bisa datang membawa orang orang akit yang Tuhan akan sembuhkan saat mereka percaya”

Sebagian panitia selesai Rapat persiapan
Pendeta Brami dengan tegas katakan ini bukan acara doa rutinitas atau doa formal seperti yang biasa dlakukan beberapa waktu terahir ini. Ini benar benar acara doa yang bukan doa formalitas.
“kalau ada yang mau berseru seru, meratap dan berteriak minta belas kasihan Tuhan di sinilah tempatnya. Pokoknya terbuka bagi denominasi apa saja silahkan datang ikut jika bersedia mendoakan kota Tobelo” tuturnya (dwe4)