(TOBELO – SN) Josep Corneles warga Desa Gamsingi Kec Tobelo mengungkapkan rasa kecewanya pada pelayanan Polres Halmahera utara karena laporan polisi yang ia sampaikan di SPKT Polres Halut sudah sejak tanggal 15 januari 2025 lalu sampai sekarang tak ada titik terangnya. Ia berencana dalam beberapa hari ke depan akan mengadukan satreskrim Polres Halut ke Irwasda Polda Malut di Sofifi.

Ungkapan kekecewaan Josep ini disampaikan saat menyambangi kantor Syallomnews senin (30/9) sore. Sambil memperlihatkan bukti tanda lapor (LP) ia mengungkapkan betapa tak profesionalnya personil di Satreskrim Polres Halut.

“Pengaduan saya melalui LBH Rakyat Halut ke SPKT Polres Halut itu sudah 10 bulan. saya tak pernah dipanggil untuk diminta keterangan. SP2HP juga tak pernah diberikan. jujur saja, saya jadi curiga dengan Polres Halut ini dalam penanganan perkara” ujarnya geram

Saat ditanya tentang perkara apa yang menjadi laporannya itu, Josep menjelaskan kalau ia merasa diperlakukan tidak adil oleh penyidik Polres Halut.

“Saya melaporkan SH pengusaha asal Ternate yang meminjam uang 200 juta kepada seseorang untuk membangun usaha bola salju tahun 2023 lalu. Waktu uang dipinjam SH memakai serifikat rumah saya sebagai jaminan. Tapi uangnya disalahgunakan oleh SH dan saya melaporkan SH ke Polres Halut. Tapi sampai detik ini SH tak pernah dipanggil dan saya tak mendapat SP2HP dari Polres Halut. Ada apa dengan fakta ini ? Wajar kalau saya curiga dengan SH ini. Pasti ada sesuatu, ini dugaan saya” katanya.

Yang membuat Josep merasa sangat aneh yaitu ia justeru ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan AT yang punya uang 200 juta itu.

“Bagaimana saya tidak curiga, saya ditetapkan tersangka oleh Penyidik tanpa mereka memeriksa SH padahal setahu saya SH itu nyata nyata salah gunakan uang 200 juta itu. Saya rasa aneh saja saat menanyakan kepaada penyidik apakah SH sudah diperiksa oleh penyidik, jawabnya SH sulit ditemukan di Ternate. Padahal SH itu manager salah satu perusahan di Ternate. apa hal ini tak mencurigakan kami ? katanya bersemangat

“Pengacara saya dari LBH Rakyat Halut sudah melaporkan ke propam Polda dan Ombudsman. Tapi kami diminta membuat pengaduan lagi ke Irwasda supaya mereka para penyidik diperiksa lagi”

Penasihat hukum Josep Corneles, Egbert Hoata SH dari Lembaga bantuan Hukum Rakyat Halmahaera utara meminta agar kasus ini benar benar meenjadi atensi dari Kapolres baru Halmahera utara yang baru menjabat beberapa bulan ini dan saat masuk, kasus ini sudah berjalan.

“Kami dari LBH Rakyat Halut sudah melaporkan kasus ini ke propam dan Ombudsman. Kami akan kawal benar benar kasus ini karena ini menyangkut citra dan nama baik Polisi di tengah masyarakat. Apalagi sekarang ada dibentuk team reformasi Polri yang digagas Presiden supaya ada perbaikan di tubuh Polri. Mohon pak Kapolres beri atensi serius untuk kasus ini. Ini sudah bergulir di level Polda dan juga lembaga pengawasan. Kami tidak ingin nama Polres Halut rusak karena penanganan kasus ini yang penuh tanda tanya” ujarnya sinkat.

ia bersama LBH Rakyat Halut dalam waktu dekat ini akan menyampaikan aduan secara online lewat aplikasi POLRI PRESISI sehingga masalah ini akan menjadi bahan bagi Irwasum mabes Polri untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi di Polres Halmahera utara ini.

“Jika klien kami masih diperlakukan seperti ini terus maka tidak ada pilihan lain bagi kami meengadukan hal ini lewat pengaduan online Polri Presisi biatr lebih cepat sampai ke Irwasum mabes polri kasus ini”

Sementara itu Kasatreskrim Polres Halut yang dihubungi Syallomnews lewat Kasihumas Polres Halut AKP Colombus Guduru, untuk diminta tanggapannya, sampai berita ini dirillis pesan Whatshap Syallomnews belum dibaca dan masih contreng satu (jse6)

By Admin