(TOBELO-SYALLOMNEWS)- Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, yang dipusatkan di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, pada Senin, (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di komplek Sekolah Rakyat tersebut dihadiri Sekda Halut E.J Papilaya, Kepala Dinas Sosial Andarias Panimba, Kadis Pendidikan Hertje Manuel, Kadis Kesehatan, Kepala SRMP 32 Elvis Awa, perwakilan Kementerian Sosial Pusat, Kementerian PUPR, dan Camat Kao Dedi Hendrik Mayoru.

Dalam sambutannya, Bupati Piet mengatakan pembangunan sekolah yang berlokasi di Desa Kukumutuk ini sudah 95 persen rampung. Fasilitas asrama, ruang kelas, kantin, tempat tidur, hingga MCK sudah siap pakai untuk menampung 45 siswa angkatan pertama.
Bupati mengatakan Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah biasa. Ini adalah program Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tetap bisa sekolah gratis, berasrama, dan mendapat pembinaan karakter.
“Anak-anak kita di Kukumutuk ini adalah anak-anak hebat. Jangan pernah merasa minder. Negara hadir untuk kalian. Tugas kalian hanya satu, belajar yang rajin,” tegas Bupati di hadapan 45 siswa baru.

Bupati mengaku bangga karena progres pembangunan di Kukumutuk sangat signifikan. Asrama, ruang kelas, kantin, MCK, meja, kursi, dan tempat tidur sudah lengkap.
“Saya sudah cek langsung. Semua sudah memadai. Saya titip kepada Kepala Sekolah dan ibu asuh, rawat fasilitas ini seperti rumah sendiri. Kepada Kementerian PUPR saya minta rampungkan sisa pekerjaan minor agar anak-anak nyaman,” ujarnya.
Bupati menjelaskan konsep Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler. Satu ibu asuh akan mendampingi 10 anak 24 jam.

“Ibu asuh bukan hanya menjaga, tapi menjadi orang tua. Mengajarkan disiplin, etika, dan kasih sayang. Ini yang akan membentuk karakter mereka,” kata Bupati.
Menutup sambutannya, Bupati berpesan agar para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan berharap Sekolah Rakyat di Kukumutuk yang ditargetkan menampung 270 siswa ini menjadi model pemerataan pendidikan di wilayah lingkar tambang dan pedalaman Halut.

MPLS akan berlangsung selama 5 hari ke depan dengan materi pengenalan lingkungan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan.
“Setiap masa depan disiapkan untuk kita, dan keberhasilan ditentukan oleh Tindakan nyata bagaimana kita harus memulainya, tentunya dengan rajin belajar agar supya berguna bagi masa depan Bangsa atau Negara” (Jini06)