(TOBELO – SN) Sabtu 31 januari 2026 jam 12 30 wit. Angin kencang tiba tiba datang. Tidak seperti biasa. Kali ini sangat keras datang di Wari lokasi dimana radio Syallom berdiri. Dalam hitungan tidak lebih dari 60 detik, di atas studio radio Syallom tiba tiba terdengar bunyi bunyian yang aneh. Baru pertama kali terdengar selama 19 tahun radio Syallom berdiri.

Ternyata itu bunyi tarikan yang sangat kuat antara kawat penyanggah tower yang terpasang di sisi tower besi setinggi 30 meter. Tak lama kemudian terdengar suara gemuruh yang teramat kuat. Beberapa kawat tak mampu menahan kokohnya besi tower yang beratnya sekitar 300 kilogram ini, yang menancap kuat di dasar sampai ketinggian 30 meter.

Brruuuk, Buuuumm ! Suara seperti bunyi ledakan bom. Beberapa kawat penyaaggah di arah selatan dan utara masih tetap kokoh bertahan. Yang agak fatal putus adalah kawat penyanggah yang terpasang di arah barat. Ini mengakibatkan besi setinggi 30 meter itu roboh ke arah timur yang menimpa rumah di samping studio mengarah ke jalan tempat lalu lalang sejumlah orang. Di rumah itu ada sejumlah penghuni. Tapi rupanya arah besi itu jatuh sedikit melewati seng dan ujungnya sampai di teras dan menimpa pagar depan.

Sekitar 3 meter ujung tower yang terpasang antene menujulur ke depan jalan. Untung saja saat benda itu jatuh tak ada satu orangpun yang sedang lewat di depan studio radio syallom. Bahkan besi berat itu sedikit melewati rumah dan tak jatuh menimpa rumah itu. Sementara ada beberapa penghuni di dalamnya yang tak sangka kejadian itu akan terjadi, Sangat cepat dan dipastikan tak satu orangpun bisa menghindar jika benar tiang itu menimpa rumah di bagian tengah dan kamarnya.

Tak bisa dibayangkan kalau seandainya tower besi itu jatuh ke arah utara atau selatan bahkan barat. Ada banyak pemukiman penduduk yang sangat padat. Hari itu hari sabtu dan banyak orang yang sedang tinggal dalam rumah.Bisa dibayangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi saat itu.

Tuhan tetap baik. Ia ada di tengah badai saat itu. Dia memerintahkan malaikat malaikatNya menggeser besi 300 kilogram itu bergeser beberapa meter sehingga benda itu tak menyentuh satu manusiapun yang ada di rumah dekat studio.
Seorang saksi mata bernama Yulia yang sempat melihat detik detik jatuhnya tower itu berkata “Saya saat itu lihat arah jatuhnya tower itu ke selatan tapi tiba tiba arahnya berbalik ke arah timur pada saat itu. Seperti ada sebuah kekuatan yang menarik besi itu sehingga jatuhnya berubah arah”

Meskipun akibat kejadian ini sejumlah peralatan radio mengalami kerusakan parah tapi tetap ada ucapan syukur. Kalau peralatan yang rusak masih dapat diganti. Tapi kalau kehilangan nyawa sudah tentu tak mungkin ada penggantinya. Tuhan Yesus tetap baik dan kami percaya Dia ada di tengah badai ini.
Harus ada pergaantian sejumlah peralatan baru. Tower besi yang berumur sudah 19 tahun sudah bengkok dan patah, antene yang sudah hancur tertimpa tanah dan kawat penyanggah hampir 800 meter dll. Jika dihitung nilai untuk perbaikan itu semua bisa mencapai angka 25 juta dengan biaya teknisis yang didatangkan dari luar kota untuk mengerjakaannya.

Antene Radio Syallom yang jatuh dari ketinggian tower 30 meter dan hancur tak bisa dignakan lagi
Tapi nilai itu tak seberapa dibanding dengan nyawa manusia yang terselamatkan oleh mujizat Tuhan dalam kejadian ini. Tuhan maha besar.
Kami sudah berdoa setiap saat agar pelayanan ini terhindar dari berbagai gangguan dan insiden. Tapi kalau kejadian 31 januari ini ada terjadi, sudah tentu atas ijin Tuhan karena Dia punya rencana indah yang baik bagi “gereja di udara” ini.

Sampai hari ini ada sejumlah orang yang sangat merasa kehilangan dengan tak adanya siaran radio Syallom. Mereka menghubungi lewat telpon menanyakan mengapa tak ada siaran rohani ini. Ada juga yang datang mencari tahu kenapa radio Syallm tak mengudara.
Banyak orang merasa kehilangan karena setiap hari mereka mendapatkan makanan rohani dengan mendengar siaran ini dari jam 05 00 sampai 23 00 wit.
Jika anda teregerak mau mendukung perbaikan tower dan ingin siaran ini kembali mengudara, bisa berpatisipasi dengan memberikan dukungan doa dan partisipasi dana lewat Bank BRI nomor rekening Bank 064201011869506 atas nama Radio Suara Syallom Indnesia Tobelo.
Kami sudah selalu berdoa agar terluput dari bencana. Tapi jika ini terjadi pasti atas seijin Tuhan karena Dia akan melakukan yang terbaik bagi pelayanan ini.

Jika ada yang tergerak berpartisipasi, jangan lupa menyampaikan lewat Telpon Kepada kami di nomor 0811484810 untuk laporan pertanggung jawaban kami nanti.
Tuhan memberkati