(TOBELO- SN) Harga emas dunia terus meroket dan aktivitas PT Nusa Halmahera Minerals [NHM] di Gosowong masih berjalan. Namun di balik keuntungan besar itu, segunung masalah justru menimpa karyawan, pensiunan, vendor lokal, dan masyarakat lingkar tambang.Dugaan sejumlah pelanggaran kewajiban perusahaan terungkap. Mulai dari tunggakan hingga pembayaran gaji karyawan yang dirumahkan yang diduga tidak sesuai Perjanjian Kerja Bersama [PKB] dan UU Ketenagakerjaan.

Kepada Syallomnews Sejumlah mantan karyawan NHM mengaku hak pesangon mereka belum dibayarkan meskipun sudah pensiun bertahun-tahun lalu.

“Kami sudah purna tugas, tapi hak kami tidak jelas. Surat sudah dilayangkan, tapi tidak ada jawaban,” ujar salah satu pensiunan yang enggan disebut namanya.

Masalah lain datang dari sejumlah perusahaan vendor lokal. Mereka mengaku memiliki piutang miliaran rupiah kepada NHM atas suplai bahan baku, logistik, dan penunjang operasional sejak tahun 2022.

“Totalnya lebih dari Rp13 Miliar. Kami sudah kirim somasi. Kalau 7 hari tidak dibayar, kami akan gugat pailit,” tegas Advokat Rolentio Lololuan, S.H., M.H. kuasa hukum para vendor.

Tak hanya vendor, masyarakat lingkar tambang juga menuntut pelaksanaan program CSR/PPM yang dinilai belum berjalan maksimal.

“Perusahaan masih menambang dan menjual emas, tapi kewajiban ke masyarakat sekitar diabaikan. Ini bentuk ketidakadilan,” ujar Dominggus Isack Bitjara seorang tokoh masyarakat dan akademisi Univeritas Halmahera.

Para pihak mendesak manajemen PT NHM segera menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai UU Minerba, UU Ketenagakerjaan, dan PKB.

“Jangan sampai emasnya jalan terus, tapi hak-hak rakyat dan pekerja dimatikan. Kalau tidak ada itikad baik, kami akan tempuh jalur hokum dan aksi massa” ujar Dominggus yang sudah berulang kali memimpin aksi demo di seputaran persoalan tambang kao dan sekitarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat Halmahera utara tidak terlalu terpengaruh dengan janji manis bantuan 200 milyar untuk pembangunan RSUD Tobelo dari pemilik NHM beberapa waktu lalu.

“Kewajiban kewajiban ini dibereskan dulu lah baru buktikan siap membantu pembangunan RSUD Tobelo senilai 200 miliar itu biar kami percaya” katanya.

Sedangkan untuk keberimbangan berita ini, Syallomnews sudah mencoba menghubungi salah satu manejemen PT NHM leat pesan Whatshap, tapi sampai berita ini dirillis belum ada tanggapan apapun dari nomor manejemen tersebut (jnt09)

By admin