(TOBELO_SN) Penyidik Polres Halmahera utara telah memeriksa saksi Axel Sangkoy, warga desa Pediwang kecamatan Kao utara, Jmuat (1/8) yang membawa dan menyerahkan mobil Hilux milik Pdt Altje Sangkoy kepada seorang pengusaha berinisial SH di Sofifi 2 tahun lalu.
Dalam keterangannya kepada penyidik Axel menjelaskan jika ia sendiri yang membawa mobil
Hilux warna putih karena disuruh Pdt Altje Sangkoy yang katanya dikontrak oleh seorang pengusaha direktur Perusahan vendor di PT IWIP berinisial SH.

Mobil yang awalnya berwarna putih diubah jadi hiam untuk engelabui pemilik
“Mobil, STNK dan kuncinya saya serahkan kepada orang suruhan SH bernama Mono di Sofifi” katanya
Seingat Axel, mobil itu dikontrak oleh SH kepada Ibu Pdt Altje seharga 20 juta per bulan.
Pengacara Pdt Altje Sangkoy, dari LBH Rakyat Halut Rehinal Syaban SH kepada Syallmnews meminta kepada Kapolres Halmahera utara agar ikut mendorong kasus ini bisa cepat terungkap supaya SH bisa ditetapkan tersangka dan ditahan.
“Kami sangat prihatin. Mobil itu bukan milik Ibu Pdt Altje Sangkoy tapi milik orang di Jawa yang mempercayakan Ibu Pendeta kelola untuk menopang pelayanan gerejanya. Tapi ternyata Ibu Pendeta ini malah ditipu oleh pengusha SH. Ia tak bayar uang kontrak 2 tahun yang nilainya sekitar 400 juta. Malah SH ini mencoba menggelapkan mobil dengan mengubah warnanya dari putih jadi hitam. Untung mobil ini masih bisa ditemukan di kabupaten Taliabu saat disembunyikan” kata pengacara LBH Rakyat Halut yang lagi naik daun ini.
Rehinal Syaban dan lembaganya LBH Rakyat Halut berharap kasus ini bisa ditangani dengan cepat sebab menyangkut nama baik seorang pendeta yang cukup dikenal di wilayah Kao selama ini.
“Ibu Pendeta ini bisa dicurigai mitra kerjanya berbohong soal sewa mobil ini. Khan kasihan juga nama baiknya jadi tercoreng akibat perbuatan SH”
Rehinal menyampaikan jika dalam waktu dekat, sebagai penasehat hukum mereka akan mengajukan permintaan pinjam pakai mobil itu dalam status sebagai alat bukti dalam kasus ini.
“Kami akan ajukan permohonan pinjam pakai mobil ini ke pak Kapolres. Supaya mitra kerja Ibu Pendeta di Jakarta bisa kembali melihat mobilnya itu masih ada dan ibu pendeta tak dinilai berbohong kepadanya. Sebab benar mbilnya sudah ada di tangan Ibu Pendeta dan bisa dipakai untuk mencari keuntungan bagi usaha mereka” tuturnya (mfr6)
