Tubol Malamok Isam Kao Alfrida Erna Ngato

(TOBELO-SN) Aliansi GEMPUR KAO yang melaksanakan aksi damai Rabu (26/8) kemarin dengan 100an massa, hari ini dibuat gempar dengan datangnya surat panggilan buat 4 orang warga suku Isam untuk menghadap Polres Halmahera utara dugaan kasus tambang illegal 2 tahun lalu dalam status penyidikan.

Menanggpai adanya surat panggilan itu dengan tegas Tubol malamok (Pemimpin/Penguasa) suku Isam Pagu Alfrida Erna Ngato mengecam keras sikap dan langkah Polres Halut tersebut.

Tubol Malamok Isam sedang menunjuk tanah Isam kao yang harusnya membawa berkat bagi Orang kao

“Saya ingatkan kepada semua masyarakat di Kao kalau saat ini di jazirah Kao sedang darurat kriminalisasi bagi orang yang berani melawan oligarki”

Tubol Malamok Isam ini yakin masyarakat sudah muak dengan cara cara menakut nakuti warga pakai surat panggilan polisi seperti ini. Apalagi panggan dalam status penyidikan, panggilan pertama langsung dalam status penyidikan..

“Saya himbau kepada semua orang Kao untuk jangan diam dan mau diperbudak oleh korporasi apapaun. Sebab justeru dari tanah kao inilah selama puluhan tahun Indonesia bisa dibangun, Maluku utara dan Halamhaera utara bisa mendapakan banyak anggaran dari hasil bumi tanah Kao ini lewat [ajak dan restribusi pertambangan lainnya.”

Tubol malamok lebih lanjut katakana Sumber daya alam berupa emas selama ini diambil habis untuk membangun Indonesia dan wilayah lain sementara oang Kao sendiri tak mendapatkan apa apa.

“Faktanya orang Kao Cuma dapat limbah dan sekarang ini lagi rajin rajinnya orang Kao dikriminalisasi karena mungkin saja ada perintah dari oligarki yang tak suka dengan orang Kao yang lagi menuntut haknya atas pengolahan tambang”

Secara khusus wanita Isam yang sudah sering menjadi narasumber di forum internasional soal adat ini mengajak semua laki laki Kao agar berdiri dan bangkit memperjuangkan hak hak masyarakat yang dizolimi oleh korporasi.

“Berdirilah sebagai seorang laki laki. Sebab sudah sejak dulu laki laki Kao itu adalah pejuang pejuang yang pemberani dengan mental canga. Bukan jadi penjilat dan membela perilaku ketidak adilan. Mari kita bangkit bersama melawan penindasan yang sedang dialami saat ini”

Alfrida Ngato sangat yakin tanah Kao diciptakan Tuhan dengan kandungan emas yang ada itu untuk kesejahteraan orang Kao dari leluhur sampai anak cucu sekarang ini, bukan malah sumber daya alam itu dimanfaatkan hanya untuk keuntungan para pendatang kaum oligarki yang sekedar datang menumpang di tanah Kao.

“Tanah ini ada pemiliknya. Pemilik yang sah dan kami ini adalah pewaris yang sah. Saya minta jangan kriminalisasi orang orang Kao dengan dugaan tindak pidana yang dicari cari. Saya ingatkan masyarakat adat di Kao akan lakukan perlawanan jika pemerintah hanya mempertimbangkan kepentingan korporasi dan mengabaikan hak hak masyarakat adat Kao”

Ia berharap pihak kepolisian menghentikan pemanggilan pemanggilan terhadap masyarakat justeru setelah mereka melakukan aksi unjuk rasa menuntut keadilan.

“Sebagai pemimpin suku Isam, saya hanya ingatkan saja demi kndisi keamanan yang sementara baik baik saja saat ini, jangan bangkitkan amarah rakyat kami” katanya menutup percakapan dengan syallomnews (kde5)

By Admin