TOBELO-SN) Tubol Malamok (Penguasa/pemmpin) Suku Isam pagu Alfrida Ngato mengecam keras pernyataan ketua komisi 3 DPRD Halut yang mengatakan DPRD Halut memblacklist aliansi GEMPUR KAO setelah sikap mereka walkout keluar dari rapat dengar pendapat Umum (RDPU)
“Ke 30 orang itu telah menginjak injak kedaulatan kami masyarakat adat sebab harus diketahui aliansi GEMPUR KAO ini termasuk di dalamnya perwakilan 4 suku yang sedang menuntut hak dalam kaitan dengan NHM termasuk tindakan kriminaliasi terhadap tokoh adat saat menentang kebijakan korporasi yang merugikan banyak orang” katanya dalam orasi di halaman DPRD Halut, Rabu (26/8)

Ia membenarkan sikap aliansi yang walkout dari RDPU karena percuma saja bicara hutang hutang tanpa kehadiran pemilik NHM.
“Seharusnya saat kami keluar ruangan, mereka menghubungi Haj Robert lewat telpon. DPRD itu punya power panggil pengusaha yang berinvestasi di wilayah ini. Beliau kalau mau khan bisa dengan jet pribadi datang tidak perlu pakai booking tieket pesawat dan kami aliansi GEMPUR KAO menunggu sampai sore. Cuma sayang sekali, 30 anggota dewan itu sangat tak layak menjadi wakil kami. Hak kedaulatan kami masyarakat adat justeru diinjak injak oleh mereka”
Alfrida menjamin jika kemudian aliansi GEMPUR KAO mengadakan aksi lagi di site Gosoong maka akan melibatkan massa yang jauh lebih banyak lagi.

‘Di wilayah kami 4 suku dalam beberapa hari ini ada terjadi kebakaran hutan. Jadi saya sebagai Tubol Malamok yang memimpin mereka saya beri anjuran agar mereka tak perlu banyak dulu datang aksi di gedung ini. Mereka harus memperioritaskan jaga kebun masing masing dari kemungkinan terjadinya kebakaran hutan. Sehingga yang datang ini hanya 100an masyarakat keterwakilan saja.. Tapi kalau sampai DPRD tak memanggil pemilik NHM datang menemui kami dalam waktu dekat, maka saya pastikan bukan Cuma 500an oang yang akan aksi di site Gosowong tapi akan capai ribuan orang”

Wanita Isam yang dikenal pemberani serta memiliki pengikut yang sangat banyak ini menjelaskan lebih lanjut.
“Kalau nanti aksi di site Gosowong, masyarakat adat pasti mau datang sebab kalau terjadi kebakaran hutan mereka masih bisa pulang sementara padamkan api dulu. Tapi kalau datang aksi di Tobelo, saya sendiri yang batasi mereka datang ke DPRD hari ini, demi kebun mereka harus dijaga.” Tuturnya (hfe4)