(TOBELO- SYALLOMNEWS) – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menunjukkan keseriusan dalam menjaga kebugaran aparatur. Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, resmi menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Halmahera Utara untuk layanan pemeriksaan kesehatan berkala bagi ASN.

Kesepakatan itu dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Meeting FTJ Lantai II, Kantor Bupati Halut, Senin (19/10/2026) hari ini.

Bupati Piet Hein Babua dan Ketua IDI Halut, dr. Irvandy Raphael Lantemona, langsung membubuhkan tanda tangan pada dokumen PKS Nomor 400.14.5.1/1003 dan Nomor 050/0101-3103/A/09/2026. Momen tersebut disaksikan para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, dan pengurus IDI Halut.

Kolaborasi ini menjadi jembatan antara Pemda dan organisasi profesi dokter untuk memastikan kondisi kesehatan ASN tetap prima, sehingga kinerja dalam melayani publik tidak terganggu.

Bupati Piet dalam sambutannya menekankan, urusan kesehatan jangan cuma jadi formalitas di atas kertas.

“Pelayanan kesehatan jangan hanya sekadar gugur kewajiban administrasi. Harus betul-betul menjawab kebutuhan riil, direncanakan dengan matang, dan menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” kata Piet.

Menurutnya, pemeriksaan rutin adalah kunci untuk deteksi dini. Dengan begitu, potensi penyakit atau faktor risiko bisa diketahui sejak awal dan segera ditangani secara medis.

“Kalau ASN-nya sehat, pelayanan publik pasti lebih maksimal. Kesehatan aparatur itu penopang utama jalannya roda pemerintahan,” jelasnya.

Piet juga memberikan arahan tegas agar PKS ini tidak berhenti di seremoni tanda tangan. Ia meminta ada koordinasi intens, job desk yang tegas, dan monitoring berkala.

“Jalankan kerja sama ini secara profesional. Koordinasi harus efektif, pembagian tugas jelas, dan selalu dievaluasi. Yang paling penting, semua kegiatan harus taat aturan dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.

Tak hanya soal ASN, orang nomor satu di Halut itu juga mendorong IDI untuk menerapkan pola jemput bola, terutama bagi warga di daerah pelosok yang selama ini akses kesehatannya masih minim.

“Kita harus lebih proaktif. Jangan tunggu orang sakit datang ke fasilitas kesehatan, tapi kita yang harus hadir menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat yang belum terlayani optimal,” tutupnya. (jini)

By Admin