(TOBELO – SN) Aliansi masyarakat Maluku utara untuk Keadilan (AMMUK) dan Lembaga Bantuan Hukum “Rakyat Halut” Rabu (19/11) membangun kerjasama program dalam advokasi masyarakat khususnya di Halmahera utara. AMMUK dan LBH Rakyat Halut akan berkolaborasi damping saat berhadapan dengan persoalan hukum yang dihadapi oleh masyarakat kecil berhadapan dengan pemangku kekuasaan atau kelompok orang kuat.
Kesepakatan itu dicapai setelah Ketua AMMUK Ir Thomas Leibo dan sekretarisnya Josias Me, S Ag berdiskusi dengan ketua LBH Rakyat Halut Egbert Hoata SH selama kurang lebih 2 jam di kantor LBH Rakyat Halut Jl SD Inpres Lorong Radio Syallom Wari Tobelo.
“Ada banyak persoalan yang kami temui selama ini di Maluku utara, apalagi di Halmahera utara. Kami sebagai LSM butuh dukungan dari para advokad di Halut yang punya kepedulian pada daerah ini. Kami melihat bahwa LBH Rakyat Halut ini sangat tepat bekerjsama dengan kami. Mereka punya 8 pengacara yang siap membackup AMMUK dan terlebih lagi mereka punya media yang sangat populer dan banyak peminat. Jadi kami bisa lebih maksimal dalam upaya membongkar kasus dan masalah korupsi di daerah ini” katanya.
Thomas Leibo yang berprofesi sebagai kontraktor ini melihat bahwa ada sejumlah kasus yang harus diekspos lewat media supaya menjadi viral. Lembaganya sudah memiliki banyak data dugaan terjadinya korupsi di beberapa OPD
“LBH Rakyat Halut ini khan punya media jadi sangat tepat. Apalagi kami dari AMMUK akan ajukan class action soal pemanfaatan hutan mangrove yang diduga melanggar hokum dan merugikan masyarakat banyak. Pokoknya NO VIRAL NO JUSTICE. Kami akan perkuat kerjasama ini” ujarnya
Sekretaris AMMUK Josias Me bilang, Lembaganya sudah memiliki banyak data dugaan terjadinya korupsi di beberapa OPD yang melibatkan banyak pejabat di masa pemerintahan sebelumnya.
“Tapi kami tak bisa kerja sendiri, Kami butuh kolaborasi dengan stekholder lain terutama dari para pengacara. Terima kasih karena LBH Rakyat Halut bersedia bekerjasama dengan kami untuk tujuan mulia ini” ujarnya singkat.
Sementara ketua LBH Rakyat Halut, Egbert Hoata SH juga menyampaikan hal senada.
“Kami LBH Rakyat Halut senang bisa bekerjasama dengan AMMUK untuk masalah masalah seperti ini. Sebagai Lembaga dan media yang sejak awal mendukung Piet Kasman, setelah mereka menang kami ingin agar pemerintahan mereka benar benar dijalankan untuk kepentingan rakyat. Clean Government”
Ia melanjutkan :”Jadi kalau kami ikut mendukung langkah langkah hukum AMMUK, yah itu semua karena kami sangat sayang dengan Bupati Piet Babua dan wakilnya Kasman Hi Achmad. Mereka berdua ikut kami memangkan saat Pilkada lalu, masakan kami meninggalkan mereka dengan membiarkan hal hal yang tak benar terjadi” katanya.
Ia mengingatkan semboyan LBH Rakyat Halut “Kejahatan terbesar bukan dilakukan oleh pelakunya, tetapi oleh kita yang tahu ada kejahatan itu tapi mendiamkannya” (swe5)
