Oleh: Parman klikfakta

Di tengah hiruk-pikuk dunia jurnalistik Kabupaten Halmahera Utara, ada satu nama yang sudah tak asing lagi. Sosok yang dikenal dengan nama lengkap Mc.Arthur Lexy Sumampow, atau yang lebih akrab disapa Arther oleh rekan-rekan sejawatnya.

Diam, tenang, dan rendah hati , itulah kesan pertama siapa pun yang berjumpa dengannya. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan ketajaman pikiran dan kepekaan yang luar biasa. Karena kehandalannya dalam merancang strategi peliputan di lapangan, Arther pun dijuluki “Jenderal Lapangan” oleh rekan-rekan sesama organisasi kewartawanan. Sebuah gelar yang bukan sembarang panggilan, melainkan pengakuan atas kemampuannya mengatur arah liputan dengan cermat, cerdas, dan taktis.

Dari Penyiar Radio Hingga Dunia Pers

Perjalanan Arther di dunia informasi bermula jauh sebelum ia menjadi jurnalis. Kembali ke era tahun 1990-an, ia adalah seorang penyiar radio sekaligus pengelola devisi produksi iklan dan berita di salah satu stasiun radio di Kabupaten Halmahera Utara. Di sana, ia mulai menempa kemampuannya berbicara, menulis, dan memahami selera publik. Fonndasi yang kelak menjadi bekal berharga saat ia benar-benar terjun ke dunia pers.

Tahun 2003 menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Tepat pada tahun itu, Kabupaten Halmahera Utara resmi dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) pada 31 Mei 2003. Peristiwa bersejarah itu terjadi dibukannya yang sama untuk kelahirannya, tepatnya di tanggal 25 Mei, 5 hari sebelum pemerkaran kabupaten Halmahera Utara. Ini manjadi sebuah kebetulan yang menyatukan perjalanan hidupnya dengan kelahiran daerah yang ia abdiakan hingga kini.

Di tahun yang sama, Arther resmi terjun ke dunia jurnalisme. Langkah pertamanya dimulai di Tabloid Bintang Laut, media pertama di masa pasca konflik kerusuhan, yang dikelola oleh sebuah yayasan Katolik. Di tengah luka pasca konflik yang belum sepenuhnya kering, Arther memulai perjuangannya menyampaikan kebenaran melalui tulisan.

 Jejak Langkah di Berbagai Media

Dua puluh tiga tahun lebih telah berlalu. Kini, nama Arther telah melangkah jauh dan melintasi berbagai media massa, baik lokal maupun nasional. Pengalaman, ketekunan, dan ketajaman analisisnya menjadikan ia salah satu jurnalis senior yang dihormati di bumi Halmahera Utara.

Bagi rekan-rekan wartawan muda, Arther bukan sekadar rekan sejawat. Ia adalah sosok yang tenang namun tegas, yang diam namun penuh gagasan. Di saat yang lain sibuk mengejar berita, Arther lebih dulu melihat gambaran besarnya. Di situlah letak kehebatannya, berpikir sebelum bertindak, merencanakan sebelum meliput.

“Menjadi jurnalis bukan sekadar melaporkan apa yang terlihat. Tapi memahami apa yang tersembunyi di balik peristiwa, lalu menyampaikannya dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab.”
-Mc.Arthur Lexy Sumampow-

Sebuah perjalanan yang dimulai dari mikrofon radio tahun 90-an, berlanjut di halaman tabloid pasca-konflik tahun 2003, hingga kini berdiri tegak sebagai jurnalis senior yang dipercaya. Arther sang “Jenderal Lapangan”, tetaplah menjadi sosok yang sama: tenang, sederhana, namun tak pernah berhenti berjuang demi kebenaran.

Selamat berjuang, Arther. Semoga pena dan suaramu terus bergema di bumi Halmahera Utara, mengawal kebenaran hingga akhir hayat

By Admin