(TOBELO-SN) Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional asal Provinsi Maluku Utara (Malut) sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang Pesparawi Nasional ke-XIV yang digelar di Manokwari, Papua Barat. Berkat kerja keras, kolaborasi solid, dan dukungan penuh dari berbagai pihak, tim Maluku Utara berhasil membawa pulang empat medali emas (Gold).

Keberhasilan ini disambut penuh rasa syukur, mengingat kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh kontingen-kontingen terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, di mana Provinsi Sulawesi Utara keluar sebagai Juara Umum.

Berdasarkan data resmi hasil lomba, medali emas yang berhasil diraih oleh Maluku Utara tersebar di berbagai kategori bergengsi, antara lain Paduan Suara Dewasa Campuran (Gold 9), Paduan Suara Pria (Gold 18), Paduan Suara Remaja Pemuda (Gold 12), Musik Gereja Nusantara (Malut) dan Solo Remaja Pemuda Putri (Gold 12). Sementara itu, kategori lainnya seperti Paduan Suara Wanita, Paduan Suara Anak, hingga Musik Pop Gereja sukses menyumbangkan medali perak (Silver).

Keberhasilan kontingen Maluku Utara tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah. Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP., menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda, atas perhatian luar biasa terhadap kenyamanan para peserta.

Drs. E.J. Papilaya, MTP

“Kami menyampaikan terima kasih banyak untuk Ibu Gubernur Malut, Ibu Sherly, yang sudah membantu memfasilitasi charter flight (penerbangan sewa) langsung menuju ke Manokwari dari Ternate, begitu juga rute sebaliknya saat kembali,” ujar E.J. Papilaya saat diwawancarai.

Tak lupa, beliau juga mengapresiasi dukungan dari Bupati Halmahera Utara serta seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara, khususnya Halmahera Utara, yang terus mengawal perjuangan tim lewat doa dan dukungan moril.

Perjuangan Keras Dua Tahun Terbayar LunasRasa bangga dan haru juga diungkapkan oleh salah satu peserta Edgard Paat. Ia menceritakan bagaimana beratnya proses latihan yang harus mereka lalui demi menampilkan yang terbaik di panggung nasional.

Edgard Paat (Peserta)

“Pastinya sangat bangga karena bisa menorehkan prestasi dan mendapatkan hasil terbaik, yaitu medali gold. Perjuangan kami cukup keras karena harus melatih diri selama dua tahun. Sangat menguras tenaga karena kami di-pressure dengan berbagai lagu yang memiliki tingkat kesulitan cukup rumit,” ungkap Edgard.

Edgard juga menyampaikan terima kasih kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) tingkat Kabupaten maupun Provinsi Maluku Utara yang telah memberikan dukungan total sejak awal keberangkatan hingga kepulauan kontingen.

Meski pulang dengan torehan prestasi, tim pelatih Maluku Utara tetap membumi. Pelatih Kontingen Halut Edwin Thomas menegaskan torehan medali emas dan perak ini dijadikan bahan evaluasi agar kualitas kontingen semakin matang di masa depan.

Edwin Thomas (Pelatih)

“Pencapaian ini harus kita syukuri. Namun, ini juga menjadi koreksi bagi kita supaya lebih rajin lagi latihan. Persiapan kita harusnya dimulai lebih awal, misalnya lewat audisi sejak dini, agar bisa mengumpulkan talenta-talenta berbakat secara maksimal,” cetus Edwin Thomas.

Senada dengan Edwin, Sekda Halut E.J. Papilaya menegaskan bahwa Maluku Utara akan langsung berbenah untuk menyongsong kompetisi berikutnya. Target besar pun mulai dipasang untuk Pesparawi Nasional ke-XV yang rencananya akan digelar di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2029 mendatang.

“Harapannya kita akan berbenah lagi tiap tahun ke depan. Semoga persiapan dari kontingen Halmahera Utara yang berkolaborasi dengan kabupaten/kota lainnya di Malut bisa tampil lebih maksimal dan meraih medali emas yang semakin banyak lagi. Mohon dukungannya selalu,” tutup Papilaya optimis.

By admin