(TOBELO-SYALLOMNEWS) — Pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 10:15 WIT, bertempat di Studio Radio Syallom FM, Jl. SD Inpres, Lorong Syallom No. 2, Desa Wari, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, berlangsung siaran langsung bertema kesehatan masyarakat dengan judul “Mata Sehat, Masa Tua Tetap Cerah: Kenali Katarak Sejak Dini”. Kegiatan disiarkan melalui frekuensi 90,2 MHz dan kanal YouTube resmi Radio Syallom FM, berakhir pada pukul 11:30 WIT.

RSUD Tobelo memberikan Edukasi Masyarakat Kenali Katarak Sejak Dini, dr. Pricilia Olivia Tan, Sp.M menjadi narasumber dalam Bincang RSUD. Dalam pemaparannya, dr. Pricilia menjelaskan “bahwa katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang jernih perlahan menjadi keruh, sehingga cahaya terhalang masuk ke dalam mata dan penglihatan menjadi kabur seperti melihat melalui jendela berkabut. Katarak berkembang secara bertahap dan sering tidak disadari pada tahap awal.”

Beberapa tanda awal katarak yang perlu diwaspadai antara lain penglihatan mulai kabur, mudah silau saat melihat cahaya, warna terasa tidak seterang sebelumnya, kesulitan melihat di tempat kurang terang, serta sering mengganti kacamata namun belum merasa nyaman.

Faktor utama penyebab katarak adalah proses penuaan. Namun, faktor lain juga berperan, seperti paparan sinar matahari berlebih, penyakit diabetes melitus, cedera mata, kebiasaan merokok, serta penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang. Katarak juga bisa terjadi sejak lahir yang disebut katarak kongenital.

Untuk pencegahannya, dr. Pricilia menyarankan masyarakat menggunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari, menjaga kadar gula darah tetap terkontrol, mengonsumsi makanan kaya antioksidan, rutin memeriksakan mata minimal setahun sekali ke dokter spesialis mata, dan tidak menunda pemeriksaan jika penglihatan mulai terganggu. Jika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, operasi adalah pengobatan yang paling efektif dan aman.

“Obat tetes mata hanya membantu melembapkan mata dan menjaga kenyamanan. Sampai saat ini, tidak ada obat tetes atau obat minum apa pun yang dapat menghilangkan katarak yang sudah terjadi. Operasi adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan kejernihan lensa mata,” tegas dr. Pricilia

Penyiar kemudian membuka sesi tanya jawab bagi pendengar melalui telepon dan kolom komentar YouTube. Berikut pertanyaan-pertanyaan yang diajukan beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apakah katarak bisa sembuh dengan obat tetes mata atau obat herbal yang dijual bebas?

Jawab: Tidak ada obat tetes maupun obat minum yang dapat menyembuhkan katarak. Jangan percaya klaim obat penyembuh katarak, karena belum terbukti secara medis dan bisa berisiko. Selalu konsultasi ke dokter mata.

Pertanyaan 2: Apakah setelah operasi katarak bisa kambuh lagi? Berapa lama masa tahan lensa buatan?

Jawab: Lensa buatan dirancang untuk bertahan seumur hidup. Namun, beberapa tahun setelah operasi, selaput penyangga lensa bisa menebal dan menyebabkan penglihatan kabur kembali — ini disebut katarak sekunder dan dapat diatasi dengan prosedur laser sederhana tanpa operasi ulang.

Pertanyaan 3: Saya penderita diabetes, apakah lebih cepat terkena katarak? Bagaimana cara mencegahnya?

Jawab: Benar, penderita diabetes berisiko lebih tinggi terkena katarak pada usia lebih muda. Cara terbaik mencegahnya adalah menjaga gula darah tetap terkontrol, rutin periksa mata, makan makanan sehat, dan hindari merokok.

Pertanyaan 4: Pada usia berapa seseorang biasanya mulai terkena katarak? Apakah bisa menyerang orang muda?

Jawab: Umumnya muncul pada usia 50 tahun ke atas, namun bisa juga terjadi pada orang muda, bahkan bayi sejak lahir. Jika penglihatan berubah padahal masih muda, segera periksa ke dokter.

Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk operasi? Harus menunggu sampai keruh total?

Jawab: Tidak perlu menunggu sampai keruh total. Operasi dilakukan ketika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Semakin lama ditunda, semakin sulit penanganannya.

Pertanyaan 6: Apakah operasi katarak menyakitkan? Berapa lama prosesnya dan harus rawat inap?

Jawab: Umumnya menggunakan bius lokal, tidak terasa sakit. Prosesnya hanya 15–30 menit dan tidak perlu rawat inap — pasien boleh pulang setelah observasi singkat.

Pertanyaan 7: Makanan apa saja yang baik untuk mencegah katarak?

Jawab: Wortel, bayam, brokoli, buah jeruk, dan ikan sangat baik untuk kesehatan mata karena kaya antioksidan. Namun, makanan ini bukan obat penyembuh, hanya membantu pencegahan.

Pertanyaan 8: Bagaimana perawatan setelah operasi katarak? Apakah ada pantangan?

Jawab: Gunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter. Hindari menggosok mata, mengangkat beban berat, dan jangan biarkan air masuk ke mata selama beberapa minggu. Rutin kontrol ke dokter.

Pertanyaan 9: Apakah katarak bisa terjadi hanya pada satu mata saja?

Jawab: Bisa terjadi pada satu mata atau keduanya. Jika penurunan penglihatan terjadi secara tiba-tiba, itu kemungkinan besar bukan katarak dan harus segera diperiksa.

Pertanyaan 10: Orang yang sudah pakai kacamata tetap bisa terkena katarak?

Jawab: Ya, kacamata tidak mencegah katarak. Kacamata membantu memfokuskan cahaya, tapi tidak dapat memperbaiki lensa yang sudah keruh. Jika katarak sudah lanjut, kacamata tidak lagi efektif.

“Katarak bukanlah sesuatu yang harus diterima begitu saja sebagai bagian dari penuaan. Dengan deteksi dini, gaya hidup sehat, dan pemeriksaan rutin ke dokter mata, kita dapat menjaga penglihatan tetap baik hingga masa tua. Operasi adalah satu-satunya pengobatan yang efektif untuk katarak, dan teknologi saat ini sudah sangat maju sehingga aman dan cepat. Jangan ragu untuk memeriksakan mata jika ada perubahan penglihatan, karena masa tua yang cerah dan mandiri adalah hak kita semua.”

dr. Pricilia menutup dengan pesan: “Jaga mata Anda, karena dengan melihat, kita dapat terus berkarya dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Tetap sehat dan semangat, masyarakat Tobelo!”

Penyiar ucapkan terima kasih kepada narasumber dan seluruh pendengar yang telah menyimak. Radio Syallom FM menyampaikan bahwa siaran edukasi kesehatan seperti ini akan terus digelar secara berkala dengan berbagai topik kesehatan lainnya.Siaran ditutup pada pukul 11.30 WIT dengan salam penutup.

(Jini)

By Admin