(TOBELO-SN) Bupati Halmahera Utara, Dr.Piet Hein Babua, M.Si., secara resmi meresmikan dan mentahbiskan gedung baru untuk wadah Sekolah Minggu, Remaja, dan Pemuda Jemaat Imanuel Gamsungi di Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, pada Kamis (16/07/26). Kedatangan orang nomor satu di Halmahera Utara yang didampingi jajaran Forkopimda ini disambut meriah dengan tarian adat Cakalele serta pengalungan syal. Momentum bersejarah bagi jemaat tertua di Halut tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, penyerahan kunci, hingga peninjauan langsung fasilitas ruangan yang baru selesai dibangun.

Pembangunan gedung pelayanan ini memakan waktu kurang lebih delapan tahun sejak kepanitiaan dibentuk pada 23 September 2018 lalu. Ketua Panitia Pembangunan, Johan Manery, mengakui bahwa perjalanan merampungkan fasilitas ini tidak mudah karena sempat dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan kendala teknis. Namun berkat gotong royong dan dukungan penuh dari Pemkab Halut, Sinode GMIH, donatur, serta swadaya jemaat, gedung ini akhirnya berdiri kokoh.

“Kami berharap gedung ini bisa menjadi pusat pelayanan, pembinaan iman, sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda Kristen,” ujar Johan.

Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa pertumbuhan infrastruktur keagamaan mencerminkan kuatnya iman serta kesadaran spiritual masyarakat setempat. Beliau menekankan bahwa pembangunan fisik yang megah harus diimbangi dengan penguatan karakter masyarakat dalam bingkai kerukunan. Apalagi, Jemaat Imanuel Gamsungi memiliki sejarah panjang sebagai gereja pusat yang menjadi barometer di Halmahera Utara.

“Gedung ini diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter dan kreativitas anak untuk generasi muda, khususnya anak-anak sekolah minggu, remaja, pemuda dalam berkarya, serta membangun persatuan di tengah masyarakat,” tutur Bupati Piet Hein Babua.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Kemakmuran, Pendeta Demianus Ice, yang memimpin prosesi Suara Gembala menyampaikan bahwa berdirinya gedung baru ini merupakan bukti nyata dari penyertaan Tuhan dan hasil kerja keras seluruh jemaat. Pihak Sinode mengingatkan agar fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal untuk program edukasi rohani yang berkesinambungan bagi anak-anak dan pemuda.

“Pendidikan iman yang konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ajaran gereja, tetapi juga memiliki karakter kuat yang siap melayani sesama,” tegas Pendeta Demianus.

Rangkaian acara sakral yang diawali dengan ibadah khusus oleh Pendeta Sefnat Hontong dan penampilan musik tradisional Yangere dari pemuda setempat ini ditutup dengan sesi foto bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta jamuan makan siang bersama antara unsur Pemkab Halut, pimpinan OPD, tokoh agama, panitia, serta seluruh warga Jemaat Imanuel Gamsungi yang hadir.

By admin