(TOBELO-SN) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sukses merampungkan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 11 hingga 13 Juni 2026 di Ballroom Hotel Marahai Park Tobelo ini, resmi ditutup sebagai tanda kesiapan penuh para petugas sebelum terjun langsung ke masyarakat mulai 15 Juni besok.

Dalam laporan penutupnya, Instruktur Pelatihan Ibu Alifa Anindya, S.Tr.Stat. memaparkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 58 peserta. Sensus Ekonomi yang merupakan agenda besar 10 tahun sekali ini Komposisi pesertanya terdiri dari 7 personel internal BPS Halut, 1 anggota Kepolisian dari Polres Halut yang bertindak sebagai petugas pengamanan, serta 50 peserta mitra yang berasal dari berbagai kecamatan di Halmahera Utara. Selama pelatihan, seluruh peserta dibagi ke dalam dua kelas intensif, yaitu Kelas H yang dipandu oleh Ibu Alifa Anindya, S.Tr.Stat dan Kelas G di bawah bimbingan Ibu Rosani Hasanela, S.Si

Suasana penutupan berlangsung hangat dan kompetitif saat panitia mengumumkan cendera mata bagi peserta terbaik dari masing-masing kelas. Penghargaan bergengsi ini berhasil diraih oleh:

1. Novalin (Perwakilan Terbaik dari Grup/Kelas H)

2. Vanesa (Perwakilan Terbaik dari Grup/Kelas G)

Pemberian cenderamata ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, keaktifan, dan pemahaman regulasi yang ditunjukkan kedua peserta selama masa pelatihan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Jani Ikrar oleh seluruh peserta yang dikukuhkan sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026 dan penyampaian kesan, pesan, sekaligus menutup rangkaian acara secara resmi oleh Kepala BPS Halmahera Utara yang diwakili oleh Kasubag Umum BPS Halut Ibu Gillan Regina Efelin Saamangun, SPDalam sambutannya yang sarat makna, Kasubag Umum memberikan sebuah ilustrasi mendalam mengenai filosofi pohon mawar dan pohon bambu untuk menggambarkan realitas di lapangan.

“Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Seperti pohon mawar yang tumbuh begitu indah dan cantik, namun sangat rapuh. Sebaliknya, ada pohon bambu yang mungkin tidak secantik mawar, namun ia tumbuh sangat kokoh dan memiliki segudang kegunaan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Beliau berpesan agar para petugas mampu menyesuaikan diri dengan cepat saat melakukan pendataan di tengah masyarakat karena pastinya petugas akan banyak menemui berbagai tantangan dan kendala kedepannya.

“Saat pendataan nanti, badai dan tantangan pasti ada. Namun, jadilah seperti pohon bambu—yang tetap berdiri kokoh, elastis mengikuti angin, dan tidak tumbang meskipun diterjang badai maupun gempa bumi,” tegasnya membakar semangat para petugas.

“Selamat bertugas kepada seluruh petugas pendataan. Jaga integritas, tetap adaptif, dan mari bersama-sama mencatat masa depan ekonomi bangsa dengan akurat.” tutupnyaDengan berakhirnya pelatihan ini, seluruh petugas kini telah mengantongi bekal metodologi yang matang. Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Halmahera Utara dijadwalkan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

By admin