(TOBELO – SN Memasuki Tahun baru 2026, Radio Syallom Tobelo bersama Yayasan Ambeua Helewo Ruru Halmahera timur akan mengutus 2 orang Hamba Tuhan lulusan STT Petra Samarinda untuk tinggal dan melayani suku O Hongana Manyawa / Tobelo dalam atau yang dikenal dengan nama suku Tugutil sampai beberapa tahun ke depan.

Program pengutusan ini adalah bagian dari pelaksanaan amanat agung Tuhan Yesus yang menjadi misi dari Radio Syallom dan yayasan Ambeua Helewo Ruru seperti yang tercantum dalam Matius 28 ayat 19 dan 20.

Novena Ambeua berdiri di depan gereja yang dibangun untuk melayani masyarakat suku O Hongana Manyawa di Miaf km 14 Maba tengah
Pendiri Yayasan Ambeua Helewo Ruru, Novenia Ambeua yang ditemui Syallomnews di kediamannya desa Menamin kec Wasilei Selatan, Senin 5 januari mengungkapkan jika program pengutusan ini adalah bentuk nyata dari program kerja yayasannya untuk peduli dan melayani saudara saudara masyarakat suku O Hongana manyawa (Tugutil) yang banyak masih tinggal dalam hutan Halmahera timur dan belum pernah mendengar khabar baik.

“Kami sangat bersyukur sekali memasuki tahun yang baru ini, yayasan kami yang punya visi melayani saudara saudara kita suku O Hongana manyawa bisa bekerjasama dengan radio Syallom dan STT Petra Samarinda untuk penjangkauan ini. Melaksanakan amanat agung itu adalah prioritas kami bersama sama yang kami wujudkan di tahun 2026 ini” katanya.

Mereka yang sudah mendengar khabar baik selanjutnya dibimbing untuk kenal Firman Tuhan
Ia berharap agar program pengutusan Hamba Tuhan ini dapat terus dikembangkan supaya waktu ke depannya ada sejumlah lokasi lain di sekitar hutan Halmahera timur yang bisa yayasannya ikut mengutus Hamba Tuhan tinggal dan melayani masyarakat suku Tugutil lainnya
“Kami berharap ini langkah awal yan baik dimana kami bisa ikut melaksanakan sejumlah visi yan sejak awal ada dalam yayasan kami ini. Harapan kami di waktu depan akan ada lagi hamba Tuhan lain alumni STT Petra Saamarinda yang bersedia masuk dan tinggal serta melayani saudara saudara kita suku ini” tuturnya.

Fitron dan Firnmando, dua hamba Tuhan muda yang siap tinggal dan melayani bertahun tahun ke depan di tengah masyarakat duku O Hongana Manyawa (Tugutil)
Sementara itu, pimpinan Radio Syallom, Egbert Hoata menyambut baik kerjasama dengan Yayasan Ambeua Helewo ruru dan STT Petra Samarinda untuk pelaksanaan pengutusan pelayan Tuhan bagi suku Tugutil ini. Sebab program amanat agung adalah perintah Tuhan Yesus yang harus dilaksanakan semua orang percaya.
“Selama ini radio syallom dikenal dengan nama Gereja di Udara. Nah di awal tahun 2026 kami mengembangkan pelayanan yang lebih mendarat dengan mengutus 2 orang Hamba Tuhan yan nantinya akan tinggal dan melayani suku Tugutil ini. Selama ini siaran kami menjangkau sampai di berbagai Negara semenatra saudara saudara kami orang suku di hutan Halmahera yang belum terjangkau dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu mulai tahun 2026 ini kami mengutus hamba Tuhan yan nantinya tinggal di tengah tengah hutan Halmahera timur bersama orang suku. Sambil memperkenalkan khabar baik buat mereka” katanya

Pelayanan kedua Hamba Tuhan ini di suku Lauje Sulawesi tengah sebelum ke Halmahera
Kedua hamba Tuhan yang akan diutus itu adalah lulusan STT Petra Samarinda berusia muda yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani suku suku terabaikan di Indonesia dan saat ini mereka terpanggil melayani dan tinggal bersama suku O Hongana manyawa atau suku tugutil. Mereka berencana tinggal bertahun tahun ke depan bersama masyarakat suku ini sambil mengajar anak muda dan remaja yang terpanggil menjadi hamba Tuhan untuk kembali nanti melayani sukunya sendiri setelah mengikuti pendidikan misi.
Direncanakan pada tgl 13 januari nanti, kedua hamba Tuhan ini akan diberangkatkan dari Tobelo menuju Menamin dan selanjutnya diutus ke lokasi pemukiman di kilometer 14 desa Miaf, Maba tengah Halmahera timur

Novenia Ambeua dan Egbert berharap proyek besar kerajaan sorga ini bisa mendapat dukungan dari semua pendengar Radio Syallom dan umat Tuhan di mana saja berada.
“Bukan gampang lho, kita yang orang asli Halmahera saja belum tentu mau bersedia tinggal bertahun tahun di tengah hutan Halmahera bersama orang suku Tugutil. Tapi ada 2 anak muda dari Kota yang mau datang melayani saudara saudara kita di sana. Seharusnya kita beri dukunan untuk pelayanan ini” katanya.
Ia Berharap ada partisipasi dan dukungan dari semua orang percaya untuk proyek sorga ini dengan ikut memberi : Pakaian bekas layak pakai (Disarankan yang sudah di laundry), beras, Kopi, gula, sentar baterei atau tali dodeso yang bisa dipakai untuk berburu binatang bagi orang suku. Dukungan dana juga dibutuhkan untuk biaya pengutusan ke 2 hamba Tuhan ini. Bisa menghubungi nomor radio Syallom 0811 4484810“Kami juga butuh dukunan doa dari semua umat Tuhan khususnya untuk kedua hamba Tuhan ini agar mereka dapat cepat penyesuaian hidup dengan masyarakat di sana. Mereka nantinya diharapkan bisa tinggal sampai di atas 5 tahun di tengah hutan Halmahera timur. Doakan mereka” kata Novenia mengahiri percakapan (kng5)

