Saya sangat kaget saat membaca sebuah ulasan dari Sahabat wartawan senior Halmahera utara Lasan Silverius Bataona di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam ulasan itu, Lasan Silverius yang lebih dikenal dengan Bung Ferry mengupas tentang anggota DPRD Aksandri Kitong sebagai the Rissing star Halmahera utara, bakal calon pelanjut kepemimpinan pasca Piet Hein Babua. Tulisan yang dipublish lewat media sosial Facebook itu sangat sederhana sesuai gaya tulisannya selama ini. Tapi jujur, dengan kapasitas keilmuannya, Bung Ferry tak asal menulis. Ia menggambarkan figur Aksandri Kitong dalam ulasan berbasis data dan fakta. Hampir sempurna analisa wartawan berpengaruh ini. Dari 5 kali Pilkada Halut berlangsung selama ini. Setahu saya, prediksi Bung Ferry dalam tulisan yang terkespos, benar semua. Tidak ada yang meleset. Ir Hein Namotemo 2 periode, Ir Frans Manery 2 periode dan kemudian Piet Hein Babua ia prediksi dengan analisa politik yang sangat mendalam. Dan itu benar terjadi. Mereka menjadi pemenang Pilkada Halut.
Apakah prediksinya tentang Aksandri Kitong (selanjutnya saya sebut “AK”) akan benar benar terjadi dalam Pilkada setelah ini ? Masih cukup panjang waktunya. Tapi bisa terbukti nanti.
Jujur saja, saya kurang terlalu dekat dan kenal dengan AK. Yang saya tahu dia selama ini seorang ASN yang bekerja di Puskesmas. Saya lebih kenal dekat ayahnya Janlis Kitong yang diketahui seorang politisi yang sangat pro rakyat dan rendah hati. Ayah AK, Janlis Kitong sangat saya kagumi apalagi saat ia memimpin sebagai ketua DPRD Halut periode lalu. Tiga kali saja kami dari LBH Rakyat Halut menemuinya untuk meminta legislatif yang dipimpinnya segera menggagas penerbitan Perda bantuan Hukum bagi rakyat miksin. Dan hal itu sukses ia kerjakan sampai tuntas.
Saya baru mulai sedikit tahu sosok AK dari sejumlah postingan di media sosial dalam kiprahnya sebagai angota DPRD Propinsi wakili Halut Morotai. Saya amati dengan saksama. Ia satu satunya anggota deprov dari Dapil Halut Morotai yang sangat progresif dan benar benar menunjukan kepeduliaannya pada rakyat yang diwakilinya. Dari 7 anggota Deprov asal dapil Halut Morotai, AK lah dalam pandangan mata saya dan banyak orang sangat peduli dengan masyarakatnya.
Tergoda dengan kiprahnya sebagai anggota Deprov, saya mengirim pesan Whatshap kepada ayahnya yang sangat saya hormati, “Bapa Ais, jaga dan kawal anakmu jadi politisi hebat saat ini. Bimbing dia terus karena saya yakin dialah politisi kalangan muda Halmahera utara yang nantinya menjadi the next leader pasca Pet Hein Babua 2 periode”.
Saat persiapan acara KKR Akhir tahun Radio Syallom bersama Pdt Gilbert Lumoindong Desember s2025 lalu, saya mendapat kesempatan bertemu langsung dengannya untuk berbincang bincang panjang lebar. Awalnya saya mengirimkan permintaan dukungan ke beberapa anggta DPRD Malut dan Halut untuk ikut memberikan dukungan bagi acara besar ini. Sebab jujur saja, acara KKR Pdt Gilbert Lumoindong lalu itu, kami panitia tak mendapat dukungan pantas dari Pemrintah kabupaten Halmahera utara. Sejumlah anggota Dewan memnjawab dngan janji manis yang tak terealisasi.
Saat saya mengirim pesan WA kepada AK, ia menjawab singkat. “Kaka pendeta, tunggu saya pulang Tobelo baru baku dapa”. AK tak berjanji apapun pada kami panitia. Tapi dia ingat janjinya. Seminggu kemudian, AK mengirim pesan WA pada saya jika ia sudah ada di Tobelo. Jadi dia mengundang saya datang bersilaturahmi ke rumahnya di Pitu.
Oh Syukur, ternyata lewat pertemuan itu walau hanya beberapa jam saya bisa tangkap gagasan dan pikirannya untuk membangun Halmahera utara ke depan.
Tujuan AK megundang saya datang ke rumahnya karena ia ingin memberi dukungan dana untuk membantu panitia KKR Pdt Gilbert Lumoindong yang saat itu keuiltan dana akibat tak ada dana dari bagian Kesra Setda Halut yang bilang anggaran sudah habis. Juga janji janji sejumlah anggota DPRD yang hanya omong kosong belaka.
Senang sekali karena dari pertemuan perdana itulah saya bisa tahu gagasan dan pikiran serta apa yang sudah ia perbuat bagi dapilnya di Halut dan Morotai. Banyak sekali sudah ia kerjakan. Sangat jauh dibanding ke 6 teman lainnya yang tak pernah terdengar kegiatan mereka yang pro rakyat. Saya baru tahu juga jika ternyata selama satu tahun menjabat, ada sejumlah uang harus ia kredit dari bank hanya untuk memenuhi janjinya kepada para pemilihmua di Pileg lalu. Ambil kredit di bank hanya untuk membangun jalan bagi rakyat ? Hebat sekali politisi muda ini.
Banyak sekali yang seharusnya terekspos ke massa. Tapi ia tak mau umbar semuanya. Saat saya bilang, saya mau wawancara AK untuk talkshow tentang apa apa yang sudah ia kerjakan, AK menolak halus. “Kaka pendeta, jangan. Yang saya buat masih terlalu sedikit” katanya dengan rendah hati.
Saat diskusi tentang kondisi keuangan Halut yang krisis saat itu, AK dengan sederhana kasih solusi. Semua berkat itu datangnya dari “atas”. Jadi pemerintahan Piet Kasman harus berusaha selalu menyenangkan hati yang di “atas”, pasti berkat uang akan melimpah datang dengan berbagai cara melimpah di daerah ini. Dia “di atas” yang punya uang itu tinggal melepaskannya buat Halut sehingga Pendapatan Asli daerah Halut tahun 2026 ini akan mecapai target yang diharapkan.
AK memberi contoh sederhana bagaimana menyenangkan hatiNya. Pemerintahan Piet Kasman kalau ingin daerah ini diberkati secara keuangan, yaitu dengan ikut mendukung acara acara rohani seperti yang kami buat ini. Mengirim tokoh agama dan hamba Tuhan mengikuti kegiatan rohani ke tanah suci dan Hollyland di Israel. Membantu pembangunan rumah ibadah dengan nilai yang memadai seperti di masa pemerintahan Hein Namotemo. Pasti Halmahera utara ini akan diberkati dan tak kekurangan, katanya.
Setelah cukup lama bertukar pikiran, kami akan berpisah. Ia memberi bantuan dana untuk KKR Pdt Gilbert Limoindong. Nilai yang diberikan juga biasa biasa saja. Tapi sudah sangat membantu kami menyelenggarakan acara KKR Akbar itu. Lagi lagi ia berpesan, “Tak perlu ucapkan terima kasih di panggung saat kaka Pendeta sambutan sebagai ketua panitia di depan ribuan orang nanti.” Saya lagi lagi sangat salut dengan politisi muda ini. Hebat. Ia tak mau mencuri panggung di acara pelayanan.
Sebelum saya beranjak meninggalkan kediamannya, AK meminta saya mendoakannya. Sebuah sikap hati yang mengandalkan Tuhan. Jarang saya temui selama ini kecuali saat mengunjungi AK dan ayahnya Janlis Kitong. Saya mendoakannya saat itu agar ia memiliki karir politik yang cemerlang ke depannya. Tuhan menjaga dan melindungi dari niat jahat orang orang yang tak senang dengannya. Itu saja.
Acara KKR Pdt Gilbert Lumoindong bisa kami buat dengan sukses. Bisa menghadirkan sekitar 5000 orang. Peran serta AK yang juga adalah ketua GAMKI Halut punya andil di dalamnya.
Di awal tulisan saya menulis tentang kekagetan. Dan akhir tulisan ini juga saya tulis tentang sebuah kekagetan lain.
Tanggal 23 Desember siang hari, saya menerima pesan WA dari AK. Ia meminta nomor rekening untuk hadiah THR saya. Saya kaget. Kami baru kenalan belum lama. Tapi ia bisa memberi perhatian pada saya. Saya tanya apa yang jadi penyebab dia berbaik hati mengirimkan sejumlah uang THR ke saya yang baru dikenalnya.
AK jawab “Kaka Pendeta itu sudah 19 tahun membangun mental kerohanian umat Kristiani di Halmahera utara dengan siaran radio rohani. Jadi sangat layak menerima ucapan terima kasih dari rakyat yang saya wakili” katanya.
Saya terperanjat kaget dengar kata kata politisi muda ini. 19 tahun kami berkiprah untuk pertumbuhan mental rohani masyarakat Halut, tapi tak pernah pemerintahan dan politisi manapun di Halmahera uutara ini yang peduli dengan itu semua.
Saya suka dengan politisi muda ini. Saya hanya bisa mendoakannya. Karir politiknya ke depan akan semakin cemerlang. Tuhan buka jalan untuk AK yang akan melanjutkan kepemimpinan PHB setelah 2 periode di halut.
Tetap rendah hati anak muda. Saya juga sepakat, apa yang diprediksi Bung Lasan Silverius Batana, tak akan meleset. Andalkan Tuhan dan tetap selalu dukung pekerjaan Tuhan. Dia yang punya kuasa akan megangkatmu menjadi kepala buukan ekor.
