(TOBELO-SN) Kegiatan pelayanan misi ke suku O Hongana Manyawa atau suku Tugutil yang sedang dilakukan oleh Radio Syallom, Yayasan Ambeua Helewu Ruru dan Pengurus Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Maluku utara saat ini, mendapat apresiasi dari kepala bimas Kristen kantor kementrian agama Halmahera utara, Hedelberd Loleng, S Ag.

Ditemui di kantornya, kawasan pemerintahan Halut Senin (9/3), Hedelberd Loleng meminta agar lembaga lembaga gereja serta umat kristiani di Halmahera utara memberi dukungan dan partisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan tgl 17-19 maret nanti di desa Tutukur kec Maba tengah Halmahera timur ini.

“Program yang saat ini dibuat oleh Radio Syallom, Yayasan Ambeua Helewu Ruru dan PGPI Maluku utara adalah sebuah program mulia yang harus didukung oleh Lembaga gerejawi dan warga jemaat di Halmahera utara ini. Sebab ini kesempataan yang baik kita bersama akan melayani saudara saudara kita suku terasing yang selama ini tak terjangkau untuk mendengar khabar baik” katanya.

Menurutnya, selaku pemerintah pihaknya sangat mendukung program kegiatan Radio Syallom, Yayasan Ambeua Helewu Ruru dan PGPI Maluku Utara ini sebab kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat suku O hongana manyawa yang selama ini belum terjangkau oleh gereja, terutama buat mereka yang belum pernah mendengar kabar baik tentang juruselamat.
“Saya sebagai Kepala bimas Kristen Kemenag Halmahera utara mengajak semua komponen lembaga gereja untuk mari kita dukung kegiatan penginjilan ini. Kami dari bimas Kristen juga ikut memberikan dukungan yang datangnya dari semua penyuluh, staf serta pegawai yang sudah mulai melakukan penggalangan dukungan sebagai bagian dari tanggung jawab kita bersama laksanakan amanat agung sesuai perintahNya” ujar mantan Camat Tobelo ini.

Seperti diketahui, saat ini Radio Syallom, Yayasan Ambeua Helewu Ruru dan PGPI Maluku Utara sedang menempatkan 2 orang Hamba Tuhan yang tinggal bersama masyarakat suku Tugutil di Kecamatan maba tengah untuk memberikan sejumlah pengetahuan ketrampilan pertanian serta pendidikan informal bagi anak muda dan remaja suku ini.
Serta tak ketinggalan juga menyampaikan kabar baik tentang jalan keselamatan kepada mereka yang belum tahu kebenaran.

Kedua Hamba Tuhan yang diutus ini adaalah Ev Fitron dan Ev Firmando dan akan tinggal bersama masyarakat suku Tugutil selama 3 tahun ke depan sampai akhir tahun 2028 nanti.
Dan untuk melakukan tugas mulia ini, pada tgl 17-19 maret 2026 nanti, team Radio Syallom, Yayasan Ambeua dan PGPI Maluku utara akan menemui masyarakat suku ini serta menjumpai kedua Hamba Tuhan yang sudah ada di sana.

Bagi anda warga jemaat dan lembaga gereja yang tergerak mendukung program ini dapat ikut berpatisipasi memberi dukungan : Sembako, bahan makanan, peralatan senter baterei, tali jerat untuk berburu dll. Dukungan atau partisipasi dapat diberikan melalui radio Syallom Desa Wari Tobelo. Sedangkan dukungan dana untuk biaya hidup kedua hamba Tuhan yang ada disana, dapat disalurkan melalui Yayasan Suara Syallom Indonesia di nomor WA 0811484810 (kde4).
