(TOBELO-SN) Gerakan Doa My Home Tobelo Melaksanakan kebaktian kebangkitan Doa Nasional 2 yang diselenggarakan serentak di 38 Provinsi di Indonesia dan luar Negeri. Kegiatan yang dihadiri oleh Hamba-Hamba Tuhan sekota Tobelo ini dilaksanakan di Gedung Gereja Bethany Tobelo (20/05/26)

Pdt Melkias Wodek, Pdt Sony Abas dan Pdt Egbert Hoata sedang mendoakan pokok doa yang sudah ditentukan
Dalam Pembukaan Ibadah Sekertaris My Home Pdt. Albert Bubangu menyampaikan bahwa Gerakan Kebangkitan Doa diselenggarakan bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional untuk merefleksikan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908.

menurutnya peringatan Hari Kebangkitan nasional tahun 2026 ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat termasuk umat Tuhan, untuk kembali menyalahkan api Boedi Oetomo dalam lini kehidupan dan untuk menyatukan umat dalam mendoakan keselamatan bangsa. Latar belakang utamanya adalah respons spiritual terhadap tantangan negara seperti ketidakpastian ekonomi, perpecahan sosial, dan untuk merajut kesatuan gereja.

Ketua PGPI Maluku utara Pdt Theo Kumendong M Th sedang mendoakan berkat bagi Indonesia, Maluku utara dan Halmahera utara
Dalam kesempatan itu Pdt. Albert Bubangu mengucapkan terimakasih kepada para Hamba Tuhan dari PGPI dan PGLII Maluku utara yang sudah hadir dan mengutus wakilnya hadir berdoa bersama dan juga Gembala Gereja Bethany Pdt. Tommy Mantoke karena telah menyediakan tempat Ibadah.
“Kita bersyukur karena Provinsi Maluku Utara, sebagai salah provinsi yang melaksanakan kebangkitan doa nasional 2 ini, dan di Tobelo dilaksanakan oleh My Home Tobelo, bekerjasama dengan Gembala gereja Bethany Tobelo, terima kasih untuk kesekian kalinya kegiatan My Home selalu di welcome oleh pak gembala yang baik hati di tempat ini” ujarnya.

Ibadah diawali dengan menyanyikan lagu indonesia Raya kemudian khotbah secara bergantian oleh Gembala Sidang Gereja GKMI Kali Seratus Pdt. Brami Sambeka dan Ketua My Home Tobelo Ibu Pdt Yani Arimbi.
Dalam khotbahnya yang dikutip dari 2 Tawarikh 7 : 14, Pdt Brami DSambeka menekankan pentingnya umat Tuhan di kota Tobelo untuk merendahkan diri dalam berdoa.
“Jika semua gereja di kota Tobelo mau merendahkan diri dan tidak melihat latar belakang dan kelebihan serta kekurangan masing masing maka kita semua dapat bersatu untuk setia mendoakan bangsa dan daerah ini.” katanya
Sementara Pdt Yani Arimbi dalam khotbahnya menekankan pentingnya gereja gereja berdsatu untuk setia berdoa bagi bangsa dan daerah karena akan munculk kekuatan yang besar dari umat Tuhan yang punya kesatuan (unity)

“Kami ajak gereja gereja di daerah ini membangun sinergi dalam berdoa bersama dengan My Home Tobelo yang sudah memulai gerakan doa ini belasan tahun lalu. Setiaop sabtu pagi di kawasan Tugu nusantara selalu ada doa bersama dari My Home dan beberapa gereja. Ayo kita bangun unity berdsama dalam gerakan doa di daerah ini karena akan lahir kekuatan doa yang bisa memulhkan kondisi bangsa dan daerah kita tercinta di mana Tuhan ijinkan kita mendiaminya hingga saat ini” katanya.
Setelah penyampaian firman Tuhan, dilanjutkan dengan doa bersama yang dilakukan secara bergantian oleh para Hamba Tuhan.

Pdt Melkias Wodek mendoakan kebangkitan bangsa dan pemerintahan Presiden Prabowo, Pdt Sony Abas mendoakan pemulihan keluarga Kristen di Indonesia dan maluku uatara setelah itu Pdt Egbert Hoata mendoakan Pemerintahan Maluku utara dibawah Sherly sarbin, pemerintahan Piet Kadsman dan doa bagi pelaksanaan KPIN Pdt Stephen Tong tanggal 9-12 Juni nanti di 4 kota se maluku utara.
Setelah itu dilanjutkan Pdt Aris Salakania mendoakan gerakan misi dan suku terabaikan, Pdt Yonathan banea mendoakan generasi muda Indonesiaa dan maluku utara serta ditutup oleh Pdt Jhon Saalawaty yang mendoakan My Home Indonesia dan My Home Tobelo.

Ibadah yang dihadiri Kurang Lebih 100 Hamba Tuhan PGPI dan PGLII dan Jemaat serta para pendoa berjalan dengan penuh Khidmat hingga akhir acara yang ditutup dengan jamuan kasih bersama (mic10)
