TOBELO, SN – Wakil Bupati Halmahera Utara Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd. resmi membuka pergelaran seni budaya Festival Kiarono 2026 pada Rabu (20/05/26). Acara pembukaan yang dipusatkan di Lapangan Rumah Adat Hibualamo, Tobelo, tersebut berlangsung khidmat dan dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Damai.
Pembukaan festival ini mendapat atensi luas dari Pemerintah. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pejabat penting turut hadir memeriahkan acara, di antaranya
Nazlatan Ukhra Kasuba, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara,
Muhammad Asri Tapi-Tapi, S.E., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Atbernimus Pasimanjeku, S.Pd., M.P., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Halmahera Utara, IPDA Asdar, S.IP., M.H., Kapolsek Tobelo, Dr. Hendriane Namotemo, S.S., M.M., Rektor Universitas Hein Namotemo (UNHENA)
Segenap Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Dalam sambutan resminya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah. Ia berjanji akan mengawal Festival Kiarono agar masuk ke dalam kalender agenda tahunan (annual event) yang didukung penuh oleh Pemkab Halmahera Utara.
Wabup juga mengupas filosofi mendalam di balik tema yang diangkat. Menurutnya, figur almarhum Ir. Hein Namotemo, M.MSP. (Bupati Halmahera Utara periode 2005–2010 dan 2010–2015) telah meninggalkan warisan kebudayaan dan nilai persatuan yang luar biasa bagi generasi lintas zaman.
“Hari ini kita dihadapkan dengan sebuah tema besar. Semangat yang coba kita hidupkan kembali adalah spirit dari Hein Namotemo. Saya tegaskan lagi, ini adalah ‘The Spirit of Hein Namotemo, The Inspiring of Hibualamo’,” ungkap Wabup di hadapan massa yang memadati lapangan.
Wabup menambahkan bahwa penguatan nilai budaya lokal berfungsi sebagai benteng pertahanan sosial di tengah gempuran modernisasi. “Ketika kita memperkuat nilai budaya, maka kebudayaan itu akan menjadi penanda kepribadian serta pengawal perubahan sosial kita. Walaupun tantangan zaman ke depan begitu hebat, kita tidak akan tercabut dari akar tradisi karena terus kita rawat dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Secara khusus, pemerintah daerah melemparkan pujian kepada panitia penyelenggara dan seluruh elemen kepemudaan yang konsisten bergerak secara swadaya demi melestarikan adat istiadat Halmahera Utara.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik di Komunitas Kiarono. Anda semua telah berhasil menandai babak baru kebudayaan Halmahera Utara dengan membangkitkan Spirit Hein Namotemo di bawah payung Rumah Besar Hibualamo,” puji Wabup disambut gemuruh tepuk tangan penonton.
Sebagai tanda dibukanya acara secara resmi, Wakil Bupati melakukan pemukulan gong secara simbolis. Momentum tersebut langsung dilanjutkan dengan prosesi pembacaan Deklarasi Damai yang dipimpin langsung oleh Wabup dan diikuti oleh perwakilan pemuda.
Berikut adalah tiga poin utama kesepakatan damai yang dideklarasikan:
- Menjunjung Tinggi Nilai Hibualamo: Generasi muda Hibualamo bersepakat menjunjung tinggi nilai-nilai Hibualamo sebagai rumah bersama, serta menghormati seluruh bentuk keberagaman suku dan agama di tanah Halmahera Utara.
- Menolak Konflik Sosial: Berjanji untuk selalu menolak narasi provokatif, hoaks, dan segala bentuk konflik demi mewujudkan masa depan yang harmonis dan saling menguntungkan (mutual future).
- Semangat Persaudaraan Tradisional: Berjanji untuk terus merawat dan menyebarkan narasi persaudaraan sejati (Baju Ade Kaka) dalam bingkai semangat Ngone O’Ria Dodoto serta persatuan Nanga Tau Mahirete di bumi Moro/Canga yang dicintai.
Setelah pembacaan naskah deklarasi selesai, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda, Rektor UNHENA, para kepala dinas, Anggota DPRD, serta perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Halut secara serentak membunyikan Dangulu (alat musik/isyarat tradisional) sebagai simbol gaung perdamaian ke seluruh penjuru daerah.
Sebelum mengakhiri arahannya, Wakil Bupati menyelipkan pesan penting terkait tantangan era digitalisasi. Ia meminta masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z Halmahera Utara, tidak pasif dan jeli memanfaatkan fasilitas internet untuk mempromosikan potensi daerah ke tingkat global.
“Kita sekarang hidup di era perubahan yang bergerak sangat kencang, di mana teknologi dan jaringan internet terbuka lebar tanpa sekat. Manfaatkan kemudahan digital ini untuk menduniakan Halmahera Utara. Viralkan Festival Kiarono ini ke media sosial agar dunia luar tahu keindahan adat, seni, dan budaya yang kita miliki di sini,” pungkasnya.
Acara pembukaan Festival Kiarono 2026 ditutup dengan meriah lewat pementasan beragam seni pertunjukan lokal. Ribuan warga yang memadati area Rumah Adat Hibualamo dihibur oleh tarian kolosal tradisional, pembacaan puisi kebudayaan, penampilan penyanyi lokal, hingga harmonisasi musik tradisional Yangere yang memikat.