(TOBELO-SN) Kendati sempat mengalami penundaan jadwal dari rencana awal pada 1 Juni, perhelatan Porprov V Maluku Utara 2026 akhirnya resmi dimulai. Ketua Panitia Pelaksana Porpov 5 Malut 2026 Makmur Gamgulu dalam laporan resminya mengungkapkan bahwa penundaan selama sepekan tersebut dipicu oleh teknis pelaksanaan beberapa cabor beregu yang harus bertanding lebih awal serta penyesuaian hari raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Total anggaran yang dikucurkan untuk menyokong perhelatan ini mencapai 4,5 Miliar dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, ditambah dukungan dari berbagai pihak sponsor sektor swasta, termasuk PT Telkom dan PT Wana Tiara Persada yang pada upacara pembukaan menerima piagam penghargaan langsung dari Gubernur.
Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si. selaku tuan rumah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan memohon maaf secara terbuka sekiranya kontingen masih menemukan keterbatasan akomodasi dan sarana selama berada di Tobelo.

“Sebagai daerah yang baru bertumbuh, kami memohon maaf sebesar-besarnya jika masih ada kekurangan fasilitas penunjang. Namun, masyarakat negeri Hibualamo menyambut seluruh kontingen dengan penuh rasa syukur, gembira, dan jaminan keamanan,” ungkap Bupati Halut.
Meski upacara pembukaan (opening ceremony) baru dilaksanakan pada Selasa (09/06/26), tensi persaingan di arena pertandingan sebenarnya sudah memanas sejak tanggal 5 Juni untuk 9 cabor yang dipertandingkan lebih awal, seperti futsal, muaythai, dan balap sepeda.

Hingga hari pembukaan, panitia mencatat sudah ada 38 medali yang didistribusikan kepada para atlet. Berdasarkan data sementara panitia, sang tuan rumah Kabupaten Halmahera Utara memimpin klasemen dengan koleksi total 10 medali (6 emas, 2 perak, 2 perunggu). Menempel ketat di posisi kedua ada Kabupaten Halmahera Barat dengan 9 medali (3 emas, 2 perak, 4 perunggu), disusul Kota Ternate di peringkat ketiga dengan raihan 10 medali (1 emas, 6 perak, 3 perunggu). Posisi keempat oleh Halmahera Timur dengan perolehan 8 medali perunggu, dan Halmahera Selatan di posisi kelima dengan 1 medali perunggu. Sementara tiga kabupaten/kota lainnya dilaporkan masih berjuang dan belum berhasil pecah telur dalam perolehan medali.