(TOBELO-SN) Bupati Halmahera Utara menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menghargai sejarah perjuangan daerah dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Utara yang digelar di depan halaman Kantor Bupati Halut, Selasa (02/06/26).

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Halut, Sekda Halut, Ketua DPRD, Kapolres Halut, Dandim 1508 Tobelo, Para Asisten Bupati, Para Kepala dianas, Para camat, Jajaran kepala desa, masyarakat dan para tamu undangan.

Dalam pidatonya, Bupati mengutip peribahasa mendalam yang sering disampaikan oleh mendiang Bupati Senior, Almarhum Ir. Hein Namotemo.”Jika engkau berteduh di bawah sebuah pohon karena terik matahari, jangan lupa siapa yang menanamnya,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa posisi strategis yang dinikmati oleh para pemangku kebijakan saat ini baik eksekutif, legislatif, maupun sektor swasta merupakan buah dari perjuangan para tokoh pemekar daerah. Menurutnya, sejarah daerah mungkin bisa dilupakan oleh sebagian orang, tetapi tidak akan pernah bisa dihapus.
“Kita semua di sini adalah penikmat hasil perjuangan orang lain. Karena itu, kita tidak boleh bangga dan sombong terhadap apa yang kita raih hari ini. Tugas utama kita yang paling mendasar adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Secara khusus, Bupati juga meminta publik untuk menghentikan dikotomi atau membanding-bandingkan kinerja antar-pemimpin daerah dari masa ke masa. Ia menyebutkan jasa para pemimpin terdahulu, mulai dari Penjabat Bupati Pertama Djidon Hangewa, Bupati definitif pertama Ir. Hein Namotemo, hingga Frans Manery. Menurutnya, kepemimpinan saat ini (Piet-Kasman) tidak akan pernah ada tanpa fondasi yang diletakkan oleh para pendahulu tersebut.
“Setiap pemimpin melanjutkan perjuangan pemimpin sebelumnya, terlepas dari segala kekurangan dan kelemahan yang ada. Mereka jugalah yang telah mengantarkan kabupaten ini hingga mencapai usia 23 tahun,” tambahnya.
Selain menekankan aspek historis dan moralitas kepemimpinan, momentum refleksi lima tahunan ini juga dimanfaatkan Bupati untuk membeberkan persoalan riil yang masih dihadapi masyarakat Halmahera Utara, terutama isu isolasi wilayah di daerah Loloda, Kao, serta kawasan pegunungan dan Warungu.
Bupati memaparkan data mengenai total panjang infrastruktur jalan di Kabupaten Halmahera Utara yang mencapai 900 kilometer. Dari total tersebut, pembagian kewenangannya meliputi 300 kilometer merupakan status Jalan Nasional (mulai dari Pasir Putih Dodinya hingga Derube), 200-an kilometer merupakan status Jalan Provinsi, 300-an kilometer merupakan status Jalan Kabupaten. Kendati konektivitas terus diupayakan, ia mengakui bahwa pemerintah daerah masih dihadapkan pada pekerjaan rumah yang besar. Saat ini, masih terdapat lebih dari 200 kilometer jalan yang berada dalam kondisi rusak sedang hingga rusak berat.
“Semua orang menuntut agar masalah infrastruktur ini segera diselesaikan. Ini adalah realitas dan komitmen yang harus terus kita perjuangkan bersama demi menjawab harapan para pejuang pemekaran wilayah ini,” pungkas Bupati menutup pidatonya.