(TOBELO-SN) Kembali lagi sebuah kejadian memilukan terjadi di Halmahera utara. Seorang siswwi SMA di Tobelo selatan berusia 16 tahun berinisial RT warga desa Efi Efi Kec Tobelo selatan yang jadi korban perkosaan dengan terduga pelaku RH.
Hari sabtu (14/2) malam RT sendirian berkunjung ke pasar malam di Terminal baru Wosia. Di sana ia berjumpa dengan pelaku RH yang kemudian megajaknya jalan jalan berputar di seputaran Pitu. Kemudian pelaku memaksa RT dengan ancaman ke lokasi kebun penduduk. Di sana ia mengikat tangan korban dan melakukan perkosaan berkali kali.
RH tidak engijinkan RT pulang dan menahannya di kebun. Bahkan dia melakukan perbuataannya dengan menigkat tanagan dari korban.
Nanti kamis (18/2) pagi barulah ia diijinkan pulang oleh pelaku. Setiba dirumahnya, orangtua RT langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Halmahera utara.
Agustinus Tjodi, ayah korban RT melalui kuasanya dari LBH Rakyat Halut kepada sejumlah wartawan di Halaman Polres Halmahera utara, Selasa (24/2) siang meminta Polres Halut agar segera menuntaskan laporan ini.
Rehinal Syaban SH pengaacara korban mengharapkan agar kasus kekerasan seksual anak seperti ini yang paling banyak terjadi di Halut segera dituntaskan supaya ada efek jera bagi para pelaku.
“Keluarga berharap agar pelakunya segera ditangkap dan diproses hukum. Sudah terlalu sering kejadian begini terjadi tak berhenti. Pelaakunya harus dihukum berat supaya ada efek jera bagi pata pelakunya” kata Rehinal.
Ia yakin dalam kondisi Halut dalam keadaan “darurat kekerasan seksual anak” jika para pelakunya dihukum berat, semoga dapat berdampak terjadi penurunan tindak pidana seperti ini di masa mendatang(knf4)
