Spread the love

(TOBELO – SN) Terjadinya tindakan kekerasan dari Oknum guru terhadap anak didik di sejumlah institusi pendidikan di Halmahera utara beberapa waktu terahir ini, membuat pengurus Forum anak Hibualamo atau FALO Angkat bicara.
Ketua FALO, Muhamad Riskal menyampaikan ajakan kepada pengelola lembaga pendidikan di daerah ini untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di sekolah terhadap anak didik mereka.


Ajakan itu disampaikan Muhamad Riskal hari Senin (11/6), setelah selesai ia mengisi talkshow program Dinas DP3AKB Halut di Radio Syallom Fm, wari Tobelo.
Riskal menyebut jika sekolah adalah institusi yang eksklusif bagi anak dimana sebagian waktu mereka setiap hari habis di sekolah. Sehingga seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua anak yang ada di daerah ini

Dengan anak merasa aman dan nyaman berada du institusi pendidikan, maka menurut Riskal, hal ini akan menjadi indikator penting bagi penilaian puat untuk menjadikan Halmahera utara sebagai kabupaten Layak anak yang sedang diperjuangkan saat ini.

“Harapan dan mimpi kita selama ini adalah menjadikan Halmahera utara sebagai kabbupatdn Layak anak. Salah satu indokator yang menjadi penilaian adalah institusi pendidikan di daerah ini menjadi sekolah yang ramah anak dan jauh dari tindakan kekerasan dari guru terhadap murid muridnya” katanya.

Muhamad Riskal, Ketua Forum Anak Hibualamo Halmahera utara

Tak ketinggalan Muhamad Riskal juga mengajak rekan rekan muda dan remaja, pelajar SMP dan SMA di Halmahera utara untuk dapat bergabung di Forum anak Hibualamo yang saat ini sedang melakukan perekrutan anggota baru.
Menurutnya, Halmahera utara tetap membutuhkan orang yang peduli dengan persoalan anak sehingga keberadaan anak di generasi ke 6 akan semakin terpenuhi hak haknya yang diperjuangkan oleh FALO.

“FALO saat5 ini sdang merekrut anggota baru, jadi kami ajak rekan rekan pelajar sekolah di Halmahera Utara untuk bisa bergabung bersama FALO untuk menjadi tenaga sukarelawan yang komitmen pada upaya mewujudkan Halmahera utara menjadi kabupaten layak anak di tahun 2030 nanti” Ujar peelajar SMPN 6 ini.(knt6)

By admin