(TOBELO – SN) Pengacara Steve dari Lembaga Bantuan Hukum Rakyat Halut Rey Sahetapy SH, Jumat (26/12) mendesak Polres Halmahera utara untuk memanggil paksa Sdri “DMCS” dan keluarganya yang dilaporkan melakukan tindak pidana pemerasan dan tipu muslihat terhadap Steve.
“Informasinya sudah 2 kali dipanggil polisi tapi mereka tak datang. Lalu setelah kami telusuri keberadaan mereka, rupanya DMCS dan kedua orangtuanya diduga sudah kabur dari Tobelo sebab rumahnya sudah seminggu ini kosong dan gelap gulita” kata Rey Sahetapy Kepada sejumlah wartawan di kantor LBH Rakyat Halut.
Rey mengatakan seharusnya DMCS dan keluarganya bertanggung jawab atas perbuatan mereka yang sempat membuat Steve ditahan beberapa waktu lalu. Bukan dengan melarikan diri saat mau dimintai keterangan oleh Polisi.
Rey Sahetapy bersama Rehinal Syaban SH dan Egbert Hoata SH dari LBH Rakyat Halut sudah melaporkan DMCS dan keluarganya di Polres Halut
Pengacara Steve dari LBH Rakyat Halut, mengungkapkan mereka memiliki semua back up data dari handphone Steve sehingga mereka laporkan DMCS dan orangtuanya yang diduga melakukan penipuan dan pemerasan.
“Dari tangkapan layar HP Steve dalam percakapan dengan DMCS nyata sekali dan sangat terang benderang, ada dugaan penipuan yang menjebak Steve sebelum mereka melakukan hubungan seks. Kami tunjukan semuanya ke polisi” katanya.
Rey lebih lanjut menjelaskan pada tanggal 29 Maret, DMCS mengirim foto ulang tahun yang ke 18 tahun dan meminta hadiah. Steve setelah tahu ia sudah berumur 18 tahun barulah Steve berani menjalin hubungan serius dengannya. Belakangan baru ketahuan ternyata DMCS baru berusia 18 tahun pada tanggal 28 Juli 2025.
DMCS sebelum tanggal 29 Maret minta hadiah ulang tahun berupa handphone seharga hampir 5 juta Kepada Steve. Padahal ulang tahunnya ke 18 tahun itu tanggal 28 juli 2025.
“Ini jelas penipuan yang menjebak Steve. Dia, keluarganya dan pengacaranya tak bisa mengelak karena kami punya bukti semua kog”
“Padahal Steve tahu sebelum DMCS berumur 18 tahun, ia sama sekali tak mau berhubungan dengannya. Jadi ia dijebak supaya mau datang kerumahnya dengan alasan si perempuan sudah 18 tahun, padahal saat itu ia belum berusia 18 tahun” katanya
Sementara itu Rehnal Syaban SH menjelaskan bukan hanya soal Steve dijebak, tapi setelah itu ia diperas habis habisan oleh keluarga DMCS. Segala kebutuhan mereka diminta ke Steve, mulai dari token listrik, BBM, beli Hp bahkan sampai Sertifikat tanah milik mama Stave pun mereka coba lakukan perubahan nama pemilik ke notaris dengan cara licik.
“Semua tangkapan layar percakapan itu kami sudah pegang sebagai bukti. Jadi kami akan seriusi kasus ini sampai polisi menetapkan tersangka. Kami punya bukti ada 2 sertifikat tanah milik mama Steve sekarang ada di tangan notaris. Mau alasan apa lagi mereka ?”
Lembaganya LBH Rakyat Halut berharap agar Kapolres Halut lewat kordinasi lintas Polres bisa memnaggil paksa mereka untuk diperiksa lewat Polresta Kota Bitung tempat mereka melarikan diri.
“Sudah 2 kali dipanggil tak datang maka harusnya mereka dipanggil paksa lewat Polresta Bitung supaya kasus ini ada progresnya” katanya
Sementara juru bicara LBH Rakyat Halut, Bartholomeus Londo SH sangat menyayangkan stetament pengacara keluarga DMCS lewat akun media sosialnya yang mengungkapkan secara vulgar segala kejadian yang diduga terjadi.
“Tindakan menyampaian secara vulgar apa yang terjadi terhadap kejadian ini tak pantas disampaikan terbuka lewat media sosial. Kasus anak itu saja tertutup jika sidang di pengadilan. Ini kog diumbar lewat media begitu. Lagipula itu khan hanya dugaan dan sumsi pengacara itu, sebab pengacara itu harus mengerti asas hukum seseorang patut dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.” Kata Bartholomeus singkat (kr4)