TOBELO-SYALLOMNEWS) Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Kamis (29/10/2026), dengan agenda meninjau infrastruktur, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan sarana produksi dan bibit perkebunan kepada kelompok tani.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memantau pelaksanaan pembangunan di daerah sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Anwar M. Nur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Wa Zaharia, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Musrifah Alhadar, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Marwan Polisiri, serta Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kadri La Etje.

Rombongan turut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP, bersama sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
Agenda kunjungan dimulai pukul 10.10 WIT di Desa Posi-Posi, Kecamatan Loloda Utara. Kedatangan Gubernur disambut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, para guru, siswa, dan warga setempat.
Penyambutan berlangsung dengan pengalungan sal serta tarian cakalele, sebelum Gubernur melanjutkan agenda tatap muka bersama masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari kunjungan lapangan pemerintah daerah untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pembangunan di wilayah yang dikunjungi.
Selanjutnya, sekitar pukul 13.20 WIT, Gubernur bersama rombongan meninjau jembatan di Desa Tutumaloleo, Kecamatan Galela Utara. Agenda dilanjutkan dengan peninjauan Jembatan Kali Aru di Desa Bobisingo pada pukul 13.38 WIT. Peninjauan dua infrastruktur tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangka melihat kondisi fasilitas penghubung antarkawasan yang memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat.
Infrastruktur jembatan yang memadai merupakan kebutuhan mendasar untuk menunjang kelancaran transportasi, distribusi hasil pertanian, akses terhadap pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi warga. Karena itu, pemantauan langsung di lapangan penting untuk mendukung evaluasi dan penentuan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Usai meninjau Jembatan Kali Aru, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Kedi, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat, sebelum kembali memasuki wilayah Halmahera Utara untuk melanjutkan agenda di sektor pertanian. Perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian terlihat dalam agenda kunjungan Gubernur di kebun kelompok pertanian Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, pada pukul 16.40 WIT.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani dari Desa WKO dan Desa Wosia, Kecamatan Tobelo Tengah. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha tani, meningkatkan produktivitas, serta membantu petani mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian mereka.
Dukungan sarana produksi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian. Namun, keberhasilan program tersebut juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, ketersediaan sarana pendukung, akses pasar, dan pengawasan agar bantuan yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Dengan demikian, program bantuan pertanian diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi kelompok tani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Agenda berlanjut pada malam hari. Sekitar pukul 19.38 WIT, Gubernur tiba di kebun kelompok pertanian Pemuda Tani di Desa Biang, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara.

Kedatangan rombongan disambut unsur Forkopimcam Kao. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur melaksanakan penanaman kelapa sekaligus menyerahkan bantuan bibit kelapa, pala, dan kakao. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat Halmahera Utara.
Kelapa, pala, dan kakao merupakan komoditas yang dapat dikembangkan untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha perkebunan. Pengembangannya membutuhkan dukungan bibit berkualitas, pemeliharaan tanaman, pendampingan teknis, serta akses pemasaran agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
Penanaman dan penyerahan bibit tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat produktivitas perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.
Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara di Halmahera Utara mencerminkan perhatian terhadap dua aspek pembangunan yang saling berkaitan, yakni peningkatan kualitas infrastruktur dan penguatan sektor produktif masyarakat. Infrastruktur yang memadai dibutuhkan untuk memperlancar konektivitas dan distribusi hasil usaha masyarakat.

Sementara itu, dukungan terhadap pertanian dan perkebunan diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi warga serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Karena itu, tindak lanjut dari kunjungan lapangan menjadi hal penting, terutama dalam memastikan persoalan infrastruktur yang ditemukan memperoleh penanganan sesuai skala prioritas dan bantuan pertanian memberikan dampak nyata bagi penerimanya.
Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara diharapkan mampu memperkuat koordinasi program pembangunan, sehingga kebijakan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan potensi pertanian dan perkebunan, serta keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi Hamahera utara (jini)