(TOBELO-SN) Banyaknya kasus kekerasan seksual anak yang terjadi di Halmahera utara selama 5 tahun terahir ini dan terus meningkat tajam, membuat sejumlah stekholder di daerah ini menyampaikan rasa prihatinnya.
Lembaga Bantuan Hukum “Rakyat Halmahera utara” yang selama ini dikenal sebagai lembaga hukum yang paling konsisten memperjuangkan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana ini juga ikut merasa khawatir dengan keselamatan generasi muda Halmahera utara.
Juru bicara LBH Rakyat Halut, Bartholomeus Londo SH kepada Syallomnews Senin (23/2) siang memberi masukan kepada Bupati dan kepala Badan kepegawaian Daerah Halut agar dalam menempatkan pejabat di Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan keluarga berencana (DP3AKB) Halmahera utara, ditempatkan orang yang punya kompetensi dan berpengalaman.
“Kami amati beberapa posisi penting di dinas itu kosong karena ada pejabat yang sudah masuk masa pensiun. Kabid Perlindungan anak, kabid Keluarga berencana bahkan kepala dinas sementara dijabat sekretaris dinas. Mohon kiranya Kepala BKD dan Pak Bupati mempertimbangkan dengan matang orang yang nantinya menduduki jabatan jabatan penting itu. Tempatkan orang yang punya kompetensi dan berpengalaman selama ini memangani persoalan perlindungan anak. Jangan tempatkan orang yang dapat dorongan dari team sukses Pilkada lalu. Moment Pilkada sudah usai dan saatnya kita bersama perangi kekerasan seksual anak di Halmahera utara” katanya panjang lebar.
Secara khusus Bartho menilai jabatan Kepala bidang Perlindungan anak DP3AKB Halut yang pejabatnya sudah masuk masa pensiun agar dapat diganti dengan orang yang berkompeten.
“LBH Rakyat Halut sangat mengharapkan yang menjadi kepala bidang PA pengganti kabid lama itu adalah orang berpengalaman dan paham masalah perlindungan anak di Halut ini. Sudah terlalu banyak kasus yang tak bisa selesai selama ini yang kami amati”
Ia menyebut nama Endang Huwae S Sos sangat layak menempati posisi itu dengan pengalaman penanganan kasus kekerasan seksual anak berama LBH Rakyat Halut yang berhasil selama ini.
“Beliau sangat layak menggantikan posisi ibu Ica Muhamad sebagai kabid Perlindungan anak. Kondisi Halut ini sangat darurat dengan kekerasan seksual anak. Dari segi kepangkatan sudah sangat memungkinkan. Jadi pak Endang dalam penilaian kami sangat pas untuk posisi ini demi menyelamatkan kejadian kejadian korban kekerasan seksual anak di daerah ini. Kami harap Pak Bupati bisa mempertimbangkan hal ini. Jangan asal tunjuk orang hanya berdasar bisik bisik dari mantan team sukses. LBH Rakyat halut punya kepentingan dengan kabid PA DP3AKB Halut karena kasus kasus kekrasan seksual anak terus datang laporannya pada kami. jadi kami butuh kabid PA yang berkompeten untuk bekerjasama dengan kami dalam menyuarakannya ”
Sekali lagi Bartholomeus mengingatkan bahwa Halmahera utara ini dalam penilaian LBH Rakyat halut sudah masuk kondisi darurat kekerasan seksual anak jadi yang menjadi pejabat di dinas DP3AKB Halut itu adalah orang orang yang berkompeten bukan orang orang atau keluarganya team sukses Pilkada lalu. Sementara itu untuk jabatan kabid Keluarga berencana diharapkan ditunjuk orang yang punya integritas moral yang baik.
“LBH Rakyat Halut harap Pak Bupati menunjuk orang yang tepat untk jabatan ini. Sebab jujur saja, ada sejumlah laporan yang disampaikan kepada kami oleh masyarakat terkait anggaran bidang ini di masa lalu tentang pengunakan media sosialisasi yang akan kami teruskan ke aparat penegak hukum umtuk diusut nanti”(kmt5)