Halmahera Utara – Seorang pengepul buah kelapa di Desa Paca berinisial JD mengaku mengalami kerugian akibat selisih perhitungan buah kelapa yang dikirim ke PT Nico melalui vendor berinisial CW.

Menurut pihak pengepul, perhitungan buah kelapa dilakukan bersama oleh sopir, tiga karyawan pengepul, dan pemilik barang, lalu disepakati dalam surat jalan. Namun saat tiba di PT Nico, hasil perhitungan disebut berkurang hingga 802 buah dalam satu kali pengantaran.
Dalam empat kali pengiriman, total selisih bahkan mencapai lebih dari 1.700 buah kelapa.

Pengepul JD telah melayangkan somasi kepada vendor dan PT Nico, serta memberikan kuasa kepada Joni Muda SH.,MH selaku Ketua KAI Halut bersama beberapa advokat lainnya untuk membongkar dugaan kecurangan tersebut.

Kuasa hukum JD, Joni Muda SH.,MH, menegaskan bahwa persoalan selisih buah kelapa ini memiliki hubungan hukum langsung dengan PT Nico, bukan hanya vendor semata. Pasalnya, sopir pengangkut merupakan karyawan PT Nico, dan buah kelapa diangkut langsung menuju PT Nico tanpa ditampung terlebih dahulu di lokasi vendor CW.
“Kami menduga perlu ditelusuri apakah ada kerja sama oleh oknum karyawan PT Nico dalam proses perhitungan buah kelapa. Karena sangat tidak wajar selisihnya mencapai sebanyak itu,” ujar Joni Muda, seorang advokat yang dikenal sangat kritis.

Tim hukum menyatakan akan melayangkan somasi kedua. Jika vendor maupun PT Nico tidak mengundang kliennya untuk menyelesaikan persoalan secara baik, maka langkah hukum tegas akan ditempuh demi melindungi petani dan pengepul lainnya.

Sementara itu Pengacara PT NICO DR Selfianus Laratmase SH MH yang diminta tanggapannya mengatakan “Dari perusahaan juga sudah sampaikan jawaban kepada yang bersangkutan. Cuman topiknya tidak sebanding dengan fakta, Karena tidak ada permainan oknum karyawan. Justeru JD ini PT NICO tidak kenal orangnya.. Hubungan hukumnya tidak ada. Perusahaan hanya berhubungan dengan vendor CW. Mekanisme hitungannya itu disepakati melalui hitungan pabrik. Nota jalan yang disebutkan hanya nota jalan dan hasil hitungnya itu di pabrik. Dan semua vendor tahu itu.” katanya singkat (kht6)
