Spread the love

HALMAHERA UTARA MALUT, Suara Jelata – Nama Pendeta Anton Piga, S.Th, M.Si di kalangan masyarakat Kristiani Maluku Utara terbilang sangat familiar. Ini karena sosok yang satu ini terbilang sangat dekat dengan setiap orang.

Tidak hanya dikalangan kaum Nasrani, lelaki kelahiran 14 April 1965 ini memiliki relasi pertemanan menembus batas demarkasi etnis, suku agama. Maka tidak heran jika Anton adalah tokoh Kristen yang sangat disegani dan diterima komunitas lintas agama, suku maupun etnis di Maluku Utara.

Pdt Anton Piga dengan pakaian adat Kesultanan Ternate sebagai Sangaji Nasara”

Pemikirannya yang holistik dipadu oleh sikapnya yang low profil membuat setiap orang yang dekat dengannya pasti memantik kesan dan image positif.

“Banyak gagasan-gagasan perubahan yang ditawarkan Pak Anton. Sosok ini bagi kami adalah tokoh yang patut dan layak diperhitungkan dalam suksesi kepimpinan daerah khususnya Halmahera Utara dalam periode 5 tahun ke depan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Halut yang enggan mau menyebut namanya.

Sebagai pendeta GMIH, Anton semasa kuliah jenjang S1 di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) telah menekuni organisasi kemahasiswaan. Mengambil peran sebagai tokoh aktivis organisasi terus berlanjut hingga kuliah Program Magister Fakultas Ekonomi Studi Pembangunan, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah.

Perannya sebagai aktivis organisasi tidak terbatas pada organisasi kampus.  Karir organisasi yang digelutinya juga organisasi berlevel internasional.

Dalam sesi wawancaranya dengan awak suarajelata.com, Jumat (31/05/2024), Anton mengatakan, riwayat organisasi yang pernah dijalani di antarnya, anggota Evangelical Mission In Solidarity (EMS) tahun 2007 hingga 2017. Anggota Uniting Church Australia (UCA) tahun  2007-2017.

“Kemudian say juga menjadi anggota Pres By Terian Church In Ireland tahun 2007-2017. Anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tahun 2007-2017. Pembina Kerukunan Masyarakat Moloku Kie Raha Salatiga tahun 1999 hingga 2002 serta Senat Mahasiswa UKIT Tomohon tahun 1989-1990,” urai Anton.

Lulus dari perguruan tinggi program S1 dan S2 plus pengalaman organisasi di level kampus maupun organisasi kekristenan tingkat internasional, membuka peluang kerja yang bagi Anton tidaklah sesulit ibarat merambah rimba belantara.

Satu prinsip yang dia miliki, ilmu pengetahuan bukan untuk kepentingan diri sendiri (self interest), sebaliknya ilmu pengetahuan adalah untuk kepentingan khalayak atau kepentingan umat.

“Dengan ilmu pengetahuan saya ingin mengabadikan untuk kepentingan orang banyak, bukan semata untuk kepentingan diri sendiri. Jika ilmu hanya untuk konteks self interest, di mata Tuhan, saya yakin saya tidak berarti sama sekali,” tukas suami dari Detty Jeatrix Ulan ini.

Anton yang kini telah mempertegas sikap dan pendiriannya untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) Kabupaten Halmahera Utara, tercatat menduduki segudang riwayat pekerjaan. Di antaranya, di jajaran Kesultanan Ternate sebagai Sangaji Gam Nasara. Di organisasi politik menjadi Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Halmahera Timur tahun 2021 hingga sekarang.

Sebagai tokoh agama yang punya disiplin ilmu Teologia, Anton juga pernah menduduki Ketua Umum PGIW sejak 2016-2021, juga sebagai Wakil Ketua Umum FKUB Provinsi Maluku Utara tahun 2016-2021. Anton juga tercatat sebagai Ketua Sinode Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) di tahun 2012-2017.

Pdt Anton Piga mendapat surat Tugas dari DPP PSI untuk melakukan kordinasi pencalonan Kepala daerah di Halmahera utara

Riwayat pekerjaan lelaki yang pernah menamatkan SMP dan SMA Negeri di Soa-Sio Tidore ini juga adalah Ketua Umum PGIW Maluku Utara tahun 2016-2021. Selain itu dirinya sebagai Ketua Umum Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) tahun 2012-2017. Ketua umum Sinode GMIH tahun 2012 hingga 2017 juga Kepala Kepegawaian GMIH 2005-2007.

Dari serangkaian riwayat pekerjaan yang dimiliki Anton tersebut, ia juga tercatat pernah menduduki profesi dosen di Fakultas Teologia pada Sekolah Tinggi Teologia GMIH tahun 2004-2006. Di YPTK GMIH sebagai Ketua Yayasan dari 2005-2006. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi 2002-2004, kemudian Bidang Ajaran dan Teologi 2002-2003.

Jabatan lainnya adalah, Ketua GMIH Ibu 1998-1999, Ketua Jemaat Eppata Duono wilayah Ibu 1994-1998. Serta Ketua Bidang Pemuda GMIH di wilayah Ibu 1993-1995. Sumber : Media SUARA JELATA (Ateng)

By admin