(TOBELO-SN)-Jenazah dua WNA asal Singapura saat ini sedang dalam proses identifikasi di RSUD Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Polda Maluku Utara diperkirakan akan berlangsung hingga dua pekan.
Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, M.Si. menyampaikan bahwa setelah hasil identifikasi selesai, Pemerintah Daerah akan berkordinasi dengan pihak imigrasi Tobelo dan Kedubes Singapura di Indonesia guna menghubungi pihak keluarga korban untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Nanti setelah hasil identifikasi keluar, pemerintah daerah akan menyurat kepada pihak imigrasi bahwa korban telah teridentifikasi. Selanjutnya akan dibicarakan bersama keluarga apakah korban dimakamkan di Indonesia atau dipulangkan kepada pihak keluarga,” Katanya.
Bupati juga menyampaikan hingga kini baru satu pihak keluarga korban atas nama shahin terkonfirmasi telah berada di Tobelo sementara satunya lagi masih belum dapat dihubungi. Pemerintah Daerah juga sudah menyiapkan Peti Jenazah, namun dikarenakan kondisi Jenazah ditemukan dalam bentuk serpihan maka akan di siapkan yang sesuai.
“Baru satu pihak keluarga yang berada di Tobelo. Sementara keluarga Timothy sampai saat ini masih belum terkonfirmasi karena pihak embassy juga belum berhasil menghubungi pihak keluarga,” jelasnya
“Kami sudah menyiapkan peti jenazah besar, tetapi karena kondisinya dalam bentuk serpihan maka akan disiapkan kembali peti yang sesuai” Tambahnya
Bupati juga menambahkan “Jika pihak keluarga menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk dimakamkan di sini, maka kami akan melaksanakan pemakaman sesuai agama dan keyakinan masing-masing korban”
Dalam kesempatan itu Bupati Halut menghimbau agar masyarakat menaati ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan menjaga jarak aman dalam beraktifitas.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Halmahera Utara agar taat terhadap ketentuan pemerintah terkait aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Dukono”Himbaunya
sementara itu Proses identifikasi dilakukan menggunakan serpihan tulang yang dievakuasi tim SAR kemarin. Petugas akan mencocokkan data rahang dan gigi korban dengan rekam medis yang didatangkan dari Singapura.
Bupati juga menghimbau Bagi masyarakat luar maupun para pendaki yang ingin mendaki Gunung Dukono, harus berkoordinasi minimal dengan Dinas Pariwisata, petugas meteorologi maupun kepala desa di Mamuya agar mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi gunung sehingga dapat lebih berhati-hati saat beraktivitas.