Akademisi Universitas halmahera asal suku Boeng, Dominggus Isack Bitjara, S Pd, M Ap

(TOBELO – SN) Moment bersejarah yang terjadi di hari Ulang Tahun PT Nusa Halmahera minerals (NHM) pada saat ulang tahun perusahan tersebut beberapa waktu lalu menarik perhatian publik Halmahera utara. Itu terjadi karena bertepatan dengan ulang tahun perusahan yang berada di Gosowong itu, mereka memberi bantuan alat jantung bagi anak serta komitmen mau membangun RSUD Tobelo. Sebuah tindakan nyata yang disambut antusias dan beragam komentar.
Salah seorang akademisi Universitas Halmahera yang juga adalah putra Boeng dari wilayah lingkar tanmbang, Dominggus Isack Bitjara, S Pd, M AP ikut memberikan pandangannya. Kepada Syallomnews yang menemuinya di kediaman desa Jati Kec kao, Sabtu (2/5) mengungkapkan sangat mendukung penandatanganan MOU itu sepanjang dananya berasal dari Dana lain dan bukan dari anggaran PPM untuk masyarakat lingkar tambang.
“Langkah yang dilakukan oleh Pemkab Halut dengan adanya MoU bersama NHM mengingatkan saya bahwa pada era NewCrest ada yang namanya Dana Kontribusi Pembangunan Daerah (KPD). Saat itu masih masanya Pak Hein Namotemo sebagai Bupati. Bagi saya, harusnya bukan hanya dalam bentuk MoU tapi tanpa realisasi. Wakil rakyat kita harus mengawal agar jangan sampai MoU ini hanya sebatas sorga telinga” katanya..
Dominggus Isack Bitjara melanjutkan, “Kalau pembangunan RSUD sumber dananya dari KPD, silahkan saja tanpa mengabaikan tanggung jawab PPM bagi masyarakat lingkar tambang. Atau misalnya di Uniera akan bangun Auditorium dan lainnya, kemudian NHM mau berpartisipasi, silahkan saja. Namun, sekali lagi jangan meninggalkan tanggung jawab PPMnya. Jika tidak, akan menimbulkan kecemburuan sosial dan masyarakat bisa marah besar.”
Selanjutnya, sebagai akademisi yang juga putra asli lingkar tambang mengharapkan agar Bupati dapat mengingatkan Presdir NHM untuk dapat melakukan tanggung jawab dalam pelaksanaan PPM. Sebab sudah ada Tim PPM yang dibentuk Pemda yang melibatkan unsur perusahan, pemerintah daerah dan masyarakat lewat SK Bupati Halut Frans Manery waktu itu
“Saya bersama masyarakat lingkar tambang sangat percaya jika pak Bupati Piet Babua sangat peduli dan memperhatikan masyarkat lingkar tambang ini. Sehingga bisa saja pak Bupati mengingatkan Presdir NHM untuk melaksanakan program PPM yang SK Pengurusnya sudah dikeluarkan oleh mantan Bupati Frans Manery lalu. Bila perlu Bupati Piet Babua bisa mengevaluasi pengurus PPM yang pernah ada dan melakukan revisi untuk berjalannya proram ini” Dominggus sebagai akademisi yang berasal dari suku Boeng ini berharap program bantuan pendirian Rumah sakit ini bisa berjalan tetapi sekaligus juga sebagai masyarakat lingkar tambang menginginkan program PPM tetap jalan juga karena itu adalah kewajiban tanggung jawab perusahan NHM terhadap masyarakat lingkar tambang.
“Sebagai contoh, apakah bantuan pendidikan terutama beasiswa bagi mahasiswa itu jalan atau tidak. Boleh di cek di kampus-kampus, misalnya Uniera, apakah mahasiswa masih menerima beasiswa dari NHM yg menjadi tanggung jawab PPM? Dan masih banyak tanggung jawab lainnya karena PPM itu ada 8 bidang sebagaimana diatur dalam Kepmen 1824”
Ia berharap agar pengalaman yang terjadi di waktu lalu saat mantan Bupati Frans Manery sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit umum di Desa Kukumutuk dengan dukungan NHM tapi tak berjalan itu bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemkab dan masyarakat lingkar tambang
“Kami dorong anggota DPRD Halut mengawal MOU ini supaya benar benar terealisasi nanti” tuturny (mbg6)

By Admin