Spread the love

(TOBELO – SN) Kondisi keuangan daerah Halmahera utara yang sangat memilukan akibat belum terbayarnya Gaji 13 dan keterlambatan pembayaran THR ASN beberapa waktu lalu, menjadi sorotan tajam sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di daerah ini.

Wakil ketua DPW Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Maluku Utara, Pdt Bony Bauronga M Th menyampaikan kritikan keras atas kondisi ini. Menurutnya kepemimpinan pemerintahan sekarang ini jauh keberhasilannya  dibawah kepemimpinan Halmahera Utara di era Ir Hein Namotemo.

“Kalau Pak Hein dulu memang sempat terjadi kelambatan pembayarn Gaji 13 tapi tidaak separah pemerintahan FM Mantap ini. THR lalu sudah tertunggak sekian bulan. lalu ini lagi Gaji 13. Sangat menyedihkan sekali daerah yang selalu disebut tanah injil ini. Tanah Injil itu harusnya jadi tanah yang diberkati bukan sebaliknya seperti skarang ini”

Pdt Bony menduga sikap pemerintahan Frans Menery lewat dinas keuangannya yang diduga diskriminatif terhadap kegiatan pelayanan gereja yang menjadi penyebab keuangan daerah ini tidak diberkati Tuhan.

“Kami banyak dapat laporan jika kegiatan kegiatan kerohanian Kristen yang diberikan bantuan Pemkab pengurusannya berbulan bulan. Mereka yang mengurus harus bolak balik mau cari Kaban BAKD. Uang mereka habis bolak balik mau ketemu¬† pejabat itu. Tapi hasilnya nihil. Bagaimana Tuhan mau berkati keuangan daerah ini, kalau modelnya begini ? Melakukan diskriminasi terhadap bantuan keuangan bagi kegiatan kerohanian Kristen akan berakibat keuangan daerah jadi tidak diberkati” kata Bony dengan tegas.

Ia memberi contoh, DPD MUKI Halmahera utara yang sudah memiliki SPM dari bidang Kesra tahun lalu untuk pembangunan tugu Salib, saat diurus ke BAKD Halut sampai saat ini tidak ada tanda direalisasikan.

“Mungkin juga bantuan dana hibah buat MUKI Halut juga dipersulit. Jadi jangan heran jika kami menduga, Tuhan tidak memberkati keuangan daerah ini karena melihat perilaku pejabatnya. Ini dugaan kami”

Saat ditanya tentang solusi akan hal ini, Pdt Bony Bauronga katakan cuma satu hal yang bisa menyelamatkan kondisi ini.

“Segera ganti Kepala Badan Keuangan Halut. ganti dengan orang yang punya kapasitas dan kemampuan mengelola keuangan daerah. kalau tidak, Frans mMnery akan mengahiri pemerintahannya dengan sangat tragis. Mengahirinya dengan tunggakan tunggakan yang tak terbayar”

Dalam catatan Syallomnews ada beberapa ASN Halut yang diketahu sangat mahir mengelola keuangan seperti David Picanusa dan Andy kabarek. Saat kedua nama itu disebut, Pdt Bony membenarkan jika kedua pejabat itu punya kapasitas yang sangat layak mengganti Mahmud lasidji sebagai kepala BAKD Halut(ikr%)

By admin